Waspada Potensi Angin Kencang dan Hujan Lebat, BPBD Lampung Selatan Imbau Warga Radius 2 KM dari Gunung Anak Krakatau
Waspada Potensi Angin Kencang dan Hujan Lebat, BPBD Lampung Selatan Imbau Warga Radius 2 KM dari Gunung Anak Krakatau
LAMPUNG SELATAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah pada Sabtu, 28 Februari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang, hujan lebat, serta tinggi gelombang laut di Selat Sunda.
Detail Peringatan Dini Angin Kencang
Berdasarkan analisis data meteorologi pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB, sejumlah desa di tiga kecamatan utama masuk dalam kategori risiko rendah namun tetap memerlukan pengawasan ketat terhadap benda-benda terbuka yang mudah terbawa angin:
Kecamatan Kalianda: Desa Babulang, Jondong, Kecapi, Kesugihan, Maja, Pauh Tanjung Iman, Pematang, Sumur Kumbang, Tengkujuh, Kalianda (Kecepatan 20,8 km/jam), Merak Belatung (Kecepatan 26,1 km/jam), dan Bumi Agung.
Kecamatan Rajabasa: Desa Banding, Betung, Canggung, Canti, Kota Guring, Rajabasa, Sukaraja, Tanjung Gading, Way Muli (Kecepatan 20,8 km/jam), serta wilayah kepulauan Tejang Pulau Sebesi (Kecepatan 21,4 km/jam).
Kecamatan Sidomulyo: Desa Siring Jaha dengan kecepatan angin mencapai 26,1 km/jam.
Prakiraan Cuaca dan Kondisi Perairan
Secara umum, suhu udara di Lampung Selatan berkisar antara 21°C hingga 33°C dengan kelembapan mencapai 98%. Pergerakan angin dominan bertiup dari Barat ke Utara dengan kecepatan hingga 37 km/jam.
BPBD juga menyoroti kondisi Selat Sunda bagian selatan yang berstatus Waspada. Terpantau tinggi gelombang mencapai 1,25–2,5 meter dengan kondisi hujan ringan, yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran kecil dan nelayan.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK)
Berdasarkan laporan PVMBG periode 27 Februari 2026, Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level II (Waspada). Secara visual teramati asap kawah putih tipis setinggi 5–10 meter. Terekam gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1–4 mm. Masyarakat dan wisatawan dilarang keras mendekati kawah dalam radius 2 kilometer.
Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, S.H., mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak meremehkan status "Risiko Rendah" pada peringatan angin kencang.
"Kami meminta masyarakat, khususnya di pesisir Kalianda dan Rajabasa, untuk tetap siaga. Meskipun risiko angin kencang berada di level hijau atau rendah, kombinasi antara hujan lebat dan angin kencang pada siang hingga malam hari dapat memicu pohon tumbang atau kerusakan atap bangunan. Segera amankan benda-benda di luar rumah yang mudah terbang," tegas Maturidi.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., menambahkan rincian mengenai kesiapsiagaan personel di lapangan.
"Tim Pusdalops kami memantau pergerakan cuaca selama 24 jam. Fokus kami saat ini adalah desa-desa yang terdata memiliki kecepatan angin di atas 20 km/jam seperti Merak Belatung dan Siring Jaha. Kami juga mengingatkan warga di Pulau Sebesi untuk terus memantau informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas di zona larangan 2 km. Koordinasi dengan aparat desa di wilayah terdampak sudah kami tingkatkan," ujar Erwan.
KONTAK DARURAT
Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lampung Selatan
Jl. Stadion Jati Rukun No. 16, Way Lubuk, Kalianda
Telepon/WhatsApp: 0823-5892-4600