Detail Berita

Waspada Cuaca Ekstrem: BPBD Lampung Selatan Tingkatkan Kewaspadaan dan Siagakan Personel 24 Jam

Pencegahan & Kesiapsiagaan
Waspada Cuaca Ekstrem
Waspada Cuaca Ekstrem

Waspada Cuaca Ekstrem: BPBD Lampung Selatan Tingkatkan Kewaspadaan dan Siagakan Personel 24 Jam


Waspada Cuaca Ekstrem: BPBD Lampung Selatan Tingkatkan Kewaspadaan dan Siagakan Personel 24 Jam

LAMPUNG SELATAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan mengeluarkan peringatan dini kesiapsiagaan bencana kepada seluruh masyarakat. Ini dilakukan sebagai respons atas peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung, pada Rabu (04/02/2026). Imbauan ini menginstruksikan peningkatan status kewaspadaan bagi seluruh elemen masyarakat di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Berdasarkan pantauan citra satelit terkini, terdapat potensi signifikan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang, termasuk potensi puting beliung lokal. Wilayah Kecamatan Natar, Jati Agung, hingga kawasan pesisir Rajabasa diprediksi mengalami puncak cuaca ekstrem pada sore hingga malam hari. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, pohon tumbang, dan kerusakan infrastruktur ringan.

"Kami menginstruksikan peningkatan status kewaspadaan di semua tingkatan, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa," tegas Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, S.H. melalui keterangan resminya. "Masyarakat diharapkan untuk tidak menganggap sepele peringatan ini dan segera mengambil langkah antisipatif. Kesiapsiagaan dini adalah kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana," imbuhnya menekankan pentingnya peran serta aktif warga.

Guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa dan kerusakan harta benda, BPBD Lampung Selatan merinci langkah-langkah strategis yang harus diutamakan:

  1. Hindari Lokasi Rawan Bahaya: Masyarakat diimbau untuk tidak berteduh di bawah pohon besar, baliho, papan reklame, atau bangunan semi-permanen saat angin kencang mulai terjadi. Pelajar dan pekerja yang beraktivitas di luar ruangan pada sore hari diharapkan segera mencari tempat berlindung yang kokoh dan aman. Bagi pengendara kendaraan bermotor, disarankan untuk menepi jika hujan dan angin terlalu deras hingga mengurangi jarak pandang.

  2. Nelayan dan Masyarakat Pesisir Diminta Waspada: Para nelayan tradisional dan operator kapal berukuran kecil diimbau untuk tidak melaut jika melihat tanda-tanda awan Cumulonimbus (CB) yang gelap dan pekat atau jika ada peringatan gelombang tinggi. Perhatian khusus juga diberikan pada prediksi peningkatan tinggi gelombang dan potensi angin kencang di perairan sekitar Selat Sunda.

  3. Amankan Lingkungan Rumah dan Fasilitas Umum: Masyarakat diminta untuk proaktif memangkas dahan pohon yang rimbun, rapuh, atau sudah tua di sekitar pekarangan rumah. Pemeriksaan dan pengikatan yang lebih kuat terhadap struktur atap yang ringan (seperti atap seng, baja ringan, atau asbes), kanopi, serta instalasi listrik luar ruangan sangat dianjurkan untuk mencegah kerusakan dan kecelakaan.

  4. Cegah Genangan dan Banjir Lokal: Aparat desa, perangkat kecamatan, bersama warga diimbau untuk segera melakukan gotong royong membersihkan saluran air (drainase), selokan, dan sungai-sungai kecil dari sampah dan sedimentasi. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran aliran air dan mencegah banjir luapan atau genangan di titik-titik yang telah teridentifikasi rawan.

  5. Personel dan Sarana Siaga 24 Jam: Seluruh personel di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Lampung Selatan telah disiagakan penuh selama 24 jam. Peralatan komunikasi, kendaraan operasional, dan peralatan tanggap darurat lainnya telah dipersiapkan untuk memantau perkembangan dan siap memberikan respons cepat jika terjadi keadaan darurat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., selaku penanggung jawab di bidang ini, menegaskan pentingnya koordinasi dan pelaporan yang cepat. "Kami meminta para Camat, Kepala Desa, serta Relawan Kemanusiaan (Destana) dan seluruh komponen Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) untuk segera mengaktifkan sistem komunikasi darurat dan posko siaga di tingkat wilayah masing-masing," tegas Erwan. "Segera laporkan setiap kejadian bencana atau kondisi darurat secara berjenjang melalui saluran yang telah ditetapkan, agar tindakan evakuasi, pertolongan pertama, dan pendistribusian bantuan logistik dapat segera dikirimkan dengan tepat sasaran," tambahnya.

Masyarakat dapat terus memantau perkembangan cuaca secara real-time melalui kanal resmi BMKG, baik website, aplikasi, maupun media sosial. Selain itu, untuk keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Lampung Selatan. Dengan kewaspadaan kolektif, kepatuhan pada imbauan, dan langkah antisipasi yang tepat, diharapkan keselamatan bersama dapat dijaga dan dampak dari cuaca ekstrem ini dapat diminimalisir. BPBD Lampung Selatan juga mengapresiasi partisipasi aktif media dalam menyebarluaskan informasi peringatan dini ini kepada khalayak luas.

Sumber Berita: Humas BPBD Lampung Selatan dan BMKG Lampung

Call Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Hubungi kami untuk pelaporan atau informasi
MATURIDI, S.H
Kepala Pelaksana 085269079984
ERWAN FATRIANSYAH, S.E., M.M
Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan 081369644442
NURMA SURI, SE
Plt. Kabid Kedaruratan & Logistik 082358924600
WAHYUDI PRAMONO, S.T., M.T
Kabid Rehabilitasi & Rekonstruksi 081373040622