Waspada Angin Kencang dan Potensi Banjir
Waspada Angin Kencang dan Potensi Banjir
LAMPUNG SELATAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mengeluarkan rilis resmi terkait kewaspadaan cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Lampung Selatan pada Selasa, 3 Maret 2026. Data terbaru dari Prakirawan BMKG Lampung menunjukkan kondisi atmosfer yang tidak stabil dengan potensi hujan lebat, angin kencang, dan kenaikan gelombang laut.
Kondisi Meteorologi dan Peringatan Hujan
Suhu udara di wilayah Lampung Selatan tercatat berada pada rentang 23,0 °C hingga 32,0 °C dengan tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi mencapai 58% hingga 100%. Angin bertiup dari arah Barat ke Utara dengan kecepatan maksimal mencapai 33 km/jam. Masyarakat diminta waspada penuh terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, terutama pada dini hari di mana potensi hujan kembali terpantau meningkat.
Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan memberikan perhatian khusus pada wilayah:
Risiko Sedang (🟠) akibat kecepatan angin yang tinggi. Wilayah tersebut meliputi:
Kecamatan Raja Basa: Khususnya di wilayah Tejang Pulau Sebesi dengan analisis kecepatan angin mencapai 40.2 km/jam.
Kecamatan Ketapang: Terfokus di Desa Sumur dengan kecepatan angin mencapai 33.9 km/jam.
Risiko Rendah (🟢) angin kencang juga dipetakan di beberapa titik:
Kecamatan Kalianda: Meliputi wilayah Kelurahan Kalianda (28.0 km/jam), Desa Bulok, Merak Belatung (29.1 km/jam), serta belasan desa lainnya termasuk Way Urang, Agom, dan Sukatani (23.5 km/jam).
Kecamatan Sidomulyo: Di Desa Siring Jaha (29.1 km/jam).
Kecamatan Way Panji: Di Desa Sidomakmur (23.5 km/jam).
Kecamatan Katibung: Meliputi Desa Tarahan, Babatan, Karya Tunggal, dan Sidomekar (21.8 km/jam).
Kecamatan Sragi: Di Desa Bandar Agung, Kuala Sekampung, dan Sukapura (20.4 km/jam).
Berdasarkan akumulasi hujan beruntun, BPBD menetapkan status Waspada:
Risiko Rendah (🟢) terhadap potensi banjir atau genangan di pemukiman rendah dan jalan raya. Wilayah terdampak meliputi:
Kecamatan Raja Basa: Menjadi wilayah paling luas terdampak, mencakup Desa Kota Guring (akumulasi hujan 16 mm), Banding, Betung, Canggung, Canti, Sukaraja, Tanjung Gading, Way Muli, Batu Balak, Hargo Pancuran, Kerinjing, Kunjir, Rajabasa, Wai Muli Timur, dan Cugung (rata-rata akumulasi 15-16 mm).
Kecamatan Kalianda: Desa Jondong, Pauh Tanjung Iman, dan Tengkujuh (akumulasi 16 mm).
Kecamatan Penengahan: Desa Way Kalam (14 mm) dan Tanjung Heran (12 mm).
Tinggi gelombang laut di Selat Sunda bagian selatan terpantau mencapai 1,25 – 2,5 meter dengan kondisi hujan ringan, yang berisiko bagi aktivitas perahu nelayan dan pelayaran kecil. Sementara itu, Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level II (Waspada) dengan terekamnya gempa Tremor Menerus (Microtremor) beramplitudo 0.5-2 mm. Masyarakat dilarang mendekati kawah aktif dalam radius 2 km.
Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, S.H.:
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M.:
Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lampung Selatan
Alamat: Jl. Stadion Jati Rukun No. 16, Way Lubuk, Kalianda
Kontak Darurat: 0823-5892-4600