Detail Berita

Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi.

Pencegahan & Kesiapsiagaan
BIDANG PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN
Analisis Cuaca dan Potensi Wilayah.

Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi.


BPBD Lampung Selatan Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diminta Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

LAMPUNG SELATAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan merilis laporan periodik mengenai kondisi terkini cuaca dan potensi ancaman bencana di wilayah Kabupaten Lampung Selatan pada Kamis (20/2/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan Pusdalops PB, meski kondisi wilayah secara umum saat ini terpantau kondusif dan aman terkendali, terdapat sejumlah peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, terutama terkait potensi angin kencang di beberapa kecamatan dan gelombang tinggi di perairan Selat Sunda.

Analisis Cuaca dan Potensi Wilayah

Berdasarkan data prakiraan cuaca dari BMKG Lampung, suhu udara di wilayah Lampung Selatan hari ini berkisar antara 23,0 °C hingga 32,0 °C dengan tingkat kelembapan udara mencapai 52% – 98%. Pergerakan angin tercatat cukup signifikan dengan kecepatan 5 – 24 knots (9 – 44 km/jam).

BPBD mencatat adanya peringatan dini Risiko Tinggi hingga Rendah untuk potensi angin kencang di sejumlah titik krusial, berdasarkan analisis terkini per kecamatan:

1. Wilayah Risiko Tinggi (Waspada Tinggi)

  • Kecamatan Raja Basa: Tejang Pulau Sebesi, kecepatan angin mencapai 30,9 km/jam. Menjadi titik tertinggi yang dipantau dengan rekomendasi pemeriksaan atap rumah dan kekuatan pohon.

2. Wilayah Risiko Sedang (Kecepatan Angin Tinggi >25 km/jam)
Beberapa wilayah memiliki hembusan angin yang cukup kuat meski berstatus risiko sedang, di antaranya:

  • Kecamatan Katibung: Desa Trans Tanjungan (28,6 km/jam), Desa Neglasari, Sukajaya, Tanjung Agung, dan Tanjung Ratu (28,0 km/jam).

  • Kecamatan Sidomulyo: Desa Bandar Dalam, Banjar Suri, Sidomulyo, dan sekitarnya (28,6 km/jam).

  • Kecamatan Way Sulan: Desa Mekar Sari, Sumber Agung, dan Talang Way Sulan (28,0 km/jam).

  • Kecamatan Merbau Mataram: Desa Lebung Sari, Panca Tunggal, Talang Jawa, dan Puji Rahayu (28,0 km/jam).

  • Kecamatan Candipuro: Desa Titiwangi (25,9 km/jam).

  • Kecamatan Tanjung Bintang: Desa Budi Lestari, Sri Katon, dan Trimulyo (25,5 km/jam).

3. Wilayah Kecepatan Angin Rendah (20 - 24 km/jam)

  • Kecamatan Kalianda: Meliputi Agom, Way Urang, hingga Merak Belatung (rentang 20,2 – 23,8 km/jam).

  • Kecamatan Natar: Seluruh desa termasuk Branti Raya, Krawang Sari, dan Rulung Mulya (rentang 20,5 – 23,5 km/jam).

  • Kecamatan Palas: Desa Bali Agung hingga Bumi Daya (rentang 20,2 – 23,8 km/jam).

  • Kecamatan Ketapang: Desa Bangunrejo, Sumur, hingga Ruguk (rentang 20,3 – 25,2 km/jam).

  • Kecamatan Penengahan & Sragi: Rata-rata kecepatan angin di angka 20,2 – 20,3 km/jam.

Erwan Fatriansyah, S.E., M.M. selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan memberikan penekanan terkait data spesifik di atas:

"Data ini kami sajikan secara detail agar masyarakat di tiap desa bisa mengukur risiko secara mandiri. Kami melihat adanya pola angin kencang yang merata di Lampung Selatan, dengan puncak kecepatan saat ini berada di wilayah kepulauan dan pesisir. Di Tejang Pulau Sebesi, angin 30,9 km/jam itu sudah cukup untuk menerbangkan seng atau dahan yang rapuh. Kami juga mengingatkan warga di Kecamatan Katibung dan Sidomulyo yang mencatat angka 28,6 km/jam untuk tetap waspada selama 12 jam ke depan."

"Kami terus melakukan pemantauan intensif di 17 kecamatan. Meskipun laporan kejadian bencana hari ini nihil, pihak BPBD juga mengingatkan bahwa kondisi ini beriringan dengan kelembapan udara yang tinggi hingga 98%, yang memicu potensi hujan disertai petir pada pagi hari dan malam hari. Kami memberikan perhatian khusus pada wilayah Jati Agung, Katibung, dan Sidomulyo karena kecepatan angin terpantau cukup kuat, yakni di atas 28 km/jam," ujar Erwan.

Selain itu, tinggi gelombang di wilayah perairan Selat Sunda bagian selatan diprediksi mencapai 1,25 – 2,5 meter, yang masuk dalam kategori Gelombang Tinggi.

Terkait aktivitas vulkanik, Erwan menegaskan bahwa status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level II (Waspada). "Masyarakat dan wisatawan dilarang keras mendekat dalam radius 2 km dari kawah aktif untuk menghindari potensi bahaya sektoral," pungkasnya.

Hingga saat ini, Tim Posko Siaga Bencana Hidrometeorologi BPBD Lampung Selatan tahun 2026 tetap disiagakan selama 24 jam untuk melakukan kaji cepat dan penanganan darurat jika sewaktu-waktu terjadi musibah.

Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lampung Selatan
Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lampung Selatan
BMKG - PVMBG
Jalan Stadion Jati Rukun No. 16, Way Lubuk, Kalianda
Kontak Darurat: 0823-5892-4600

Call Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Hubungi kami untuk pelaporan atau informasi
MATURIDI, S.H
Kepala Pelaksana 085269079984
ERWAN FATRIANSYAH, S.E., M.M
Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan 081369644442
NURMA SURI, SE
Plt. Kabid Kedaruratan & Logistik 082358924600
WAHYUDI PRAMONO, S.T., M.T
Kabid Rehabilitasi & Rekonstruksi 081373040622