Tanggapi Isu Megathrust Selat Sunda, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan: "Ini Bukan Prediksi, Melainkan Pengingat untuk Mitigasi"
Tanggapi Isu Megathrust Selat Sunda, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan: "Ini Bukan Prediksi, Melainkan Pengingat untuk Mitigasi"
Lampung Selatan, 10 Februari 2026 – Menanggapi berkembangnya pembahasan mengenai potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., memberikan klarifikasi resmi guna menenangkan masyarakat sekaligus memperkuat langkah-langkah mitigasi di wilayah terdampak, khususnya di pesisir Lampung Selatan.
Erwan menegaskan bahwa munculnya kembali isu megathrust saat ini bukanlah sebuah peringatan dini (warning) bahwa gempa besar akan terjadi dalam waktu dekat. Sebaliknya, hal ini merupakan bagian dari edukasi publik mengenai keberadaan zona kekosongan gempa besar (seismic gap) yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Pahami Konsep Seismic Gap
Berdasarkan catatan sejarah, gempa besar terakhir di zona Megathrust Selat Sunda terjadi pada tahun 1757, yang berarti zona ini telah menyimpan energi selama kurang lebih 267 tahun.
"Istilah 'tinggal menunggu waktu' bukan berarti gempa akan terjadi besok atau lusa. Maknanya adalah kita harus waspada karena segmen di sekelilingnya sudah melepaskan energi, sementara Selat Sunda belum. Dengan usia seismic gap yang lama, kita harus jauh lebih serius menyiapkan upaya mitigasi," ujar Erwan.
Panduan Teknis Evakuasi Mandiri (Prinsip 20-20-20)
Sebagai langkah pencegahan konkret, masyarakat pesisir diimbau untuk memahami langkah Evakuasi Mandiri sebagai berikut:
Kenali Tanda Alam: Jika merasakan gempa yang sangat kuat (sulit berdiri) atau gempa dengan durasi yang lama (lebih dari 20 detik), segera lakukan evakuasi tanpa menunggu sirine tsunami atau instruksi resmi.
Prinsip 20-20-20:
Jika gempa terasa selama 20 detik.
Segera evakuasi menuju tempat dengan ketinggian minimal 20 meter.
Waktu maksimal untuk mencapai tempat tersebut adalah 20 menit setelah gempa berhenti.
Prioritaskan Jalan Kaki: Saat evakuasi, hindari penggunaan kendaraan bermotor untuk mencegah kemacetan total di jalur evakuasi yang dapat membahayakan nyawa.
Menjauhi Tepian Air: Jangan menunggu air laut surut. Segera menjauh dari garis pantai, muara sungai, dan area rendah begitu gempa kuat dirasakan.
Tas Siaga Bencana (TSB): Siapkan tas berisi kebutuhan dasar (dokumen penting, obat-obatan, senter, air minum, dan makanan instan) di tempat yang mudah dijangkau.
Imbauan Kepada Masyarakat
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan menekankan bahwa masyarakat harus tetap tenang dan tidak termakan berita bohong (hoax).
"Kami mengimbau warga Lampung Selatan untuk tetap tenang dan beraktivitas normal. Melaut, berdagang, dan berwisata di pantai silakan dijalankan. Fokus kami adalah memastikan warga siap, bukan takut. Potensi itu ada, tetapi dengan kesiapan mandiri, kita bisa meminimalisir risiko," tutup Erwan.
KONTAK DARURAT & PUSDALOPS
Jika terjadi keadaan darurat atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kebencanaan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, masyarakat dapat menghubungi:
LAYANAN DARURAT:
Jika terjadi musibah atau bencana, segera hubungi:
WhatsApp: 0823-5892-4600
Alamat: Jl. Stadion Jati Rukun No. 16, Way Lubuk, Kalianda.
SALAM TANGGUH, SALAM KEMANUSIAAN!
#BPBDLampungSelatan
#BidangPencegahandanKesiapsiagaan
#PusdalopsLamsel #LampungSelatan #SiagaBencana
#InfoCuaca
#AnakKrakatau
#SalamTangguh