Detail Berita

Rob dan Hujan Deras Rendam Rumah Warga di Desa Sumur Ketapang, Usulan Tanggul Penahan Ombak 50 Meter Diajukan

Kedaruratan & Logistik
Rob dan Hujan Deras Rendam Rumah Warga di Desa Sumur Ketapang
Rob dan Hujan Deras Rendam Rumah Warga di Desa Sumur Ketapang

Rob dan Hujan Deras Rendam Rumah Warga di Desa Sumur Ketapang, Usulan Tanggul Penahan Ombak 50 Meter Diajukan


Rob dan Hujan Deras Rendam Rumah Warga di Desa Sumur Ketapang, Usulan Tanggul Penahan Ombak 50 Meter Diajukan

Lampung Selatan, 23 Januari 2026 – Ancaman banjir rob yang kerap menghantui kawasan pesisir Lampung Selatan kembali menjadi kenyataan. Peristiwa banjir akibat kombinasi faktor meteorologi dan oseanografi terjadi pada Kamis (22/1/2026) malam, tepatnya sekitar pukul 20.00 WIB, di Desa Sumur, Kecamatan Ketapang. Kejadian yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan deras bersamaan dengan fenomena air pasang (rob) ini menyebabkan limpasan air laut masuk ke permukiman warga, menggenangi satu unit rumah.

Berdasarkan laporan sementara dari tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, rumah yang menjadi korban genangan air rob tersebut adalah milik Bapak Rusdi, yang berlokasi di Dusun 001 Sumur Induk. Meskipun menimbulkan kerugian material berupa genangan di dalam rumah, laporan awal dari petugas di lapangan menyatakan dengan tegas bahwa tidak terdapat korban jiwa (nihil) dalam insiden ini. Hal ini menjadi titik terang di tengah musibah yang terjadi.

Kronologi dan Dampak yang Terjadi:
Kejadian berawal dari tingginya curah hujan di wilayah Ketapang yang bertepatan dengan waktu pasang naik air laut. Kombinasi dua faktor alam ini menyebabkan debit air meningkat drastis, melampaui daya tampung daratan, dan akhirnya menerobos masuk ke area pemukiman. Air laut tersebut menggenangi bagian dalam rumah Bapak Rusdi, yang terletak tidak jauh dari garis pantai, merendam lantai dan kemungkinan merusak beberapa barang berharga milik keluarga.

Tanggapan Cepat Pemerintah dan Semangat Gotong Royong Masyarakat:
Merespons laporan yang masuk, Camat Ketapang segera mengambil tindakan dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian pada Jumat (23/1/2026). Dalam kunjungannya, Camat tidak hanya melihat langsung dampak yang terjadi, tetapi juga memberikan pengarahan dan imbauan kepada masyarakat setempat serta aparatur desa. Pihaknya menekankan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan, koordinasi yang erat, dan pemantauan terhadap peringatan dini cuaca serta pasang surut air laut untuk mencegah dampak yang lebih buruk di masa mendatang.

Di sisi lain, semangat solidaritas dan kebersamaan masyarakat setempat patut diacungi jempol. Tanpa menunggu perintah, warga Desa Sumur bersama-sama dengan perangkat desa langsung turun tangan melakukan aksi gotong royong. Mereka bekerja sama membersihkan sisa-sisa genangan air laut dan lumpur yang memenuhi rumah Bapak Rusdi, memperlihatkan ketangguhan sosial dalam menghadapi bencana.

Usulan Mitigasi Jangka Panjang: Pembangunan Tanggul Penahan Ombak
Menyadari bahwa ancaman rob adalah tantangan berulang, Pemerintah Desa Sumur tidak hanya fokus pada penanganan darurat. Sebagai langkah antisipatif dan solusi jangka panjang untuk melindungi warganya, pemerintah desa telah secara resmi mengusulkan pembangunan infrastruktur tanggul pemecah atau penahan ombak. Usulan tersebut rencananya akan membangun struktur pertahanan pantai sepanjang 50 meter yang terletak di Dusun Sumur Induk. Pembangunan tanggul ini diharapkan dapat menjadi perisai bagi permukiman warga dari gempuran air laut di kala pasang tinggi, terutama ketika dipicu oleh cuaca ekstrem.

Kondisi Terkini di Lokasi:
Hingga berita ini disusun berdasarkan laporan per tanggal 23 Januari 2026 pukul 16.15 WIB, kondisi di lokasi kejadian telah menunjukkan perbaikan yang signifikan. Air rob telah surut sepenuhnya dan aktivitas sehari-hari masyarakat Desa Sumur telah kembali berjalan dengan normal. Tim dari BPBD Lampung Selatan dan instansi terkait lainnya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca, pola pasang surut, dan menjaga tingkat kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan ancaman serupa di kemudian hari.

BPBD Lampung Selatan, melalui siaran pers dari bagian Humas, menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat dan sinergi yang terbangun antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi ini dianggap sebagai kunci utama dalam mengurangi dampak bencana. Ke depan, BPBD Lampung Selatan berkomitmen untuk mendukung dan mendorong proses pengkajian serta realisasi dari usulan pembangunan tanggul penahan ombak, sebagai bentuk investasi ketangguhan menghadapi bencana bagi masyarakat pesisir Desa Sumur.

Sumber: Humas BPBD Lampung Selatan

Call Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Hubungi kami untuk pelaporan atau informasi
MATURIDI, S.H
Kepala Pelaksana 085269079984
ERWAN FATRIANSYAH, S.E., M.M
Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan 081369644442
NURMA SURI, SE
Plt. Kabid Kedaruratan & Logistik 082358924600
WAHYUDI PRAMONO, S.T., M.T
Kabid Rehabilitasi & Rekonstruksi 081373040622