Detail Berita

Respons Cepat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, BPBD Lampung Selatan Terjunkan Tim, Bagikan Masker dan Imbau Warga Waspada

Pencegahan & Kesiapsiagaan
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi resmi hanya melalui kanal BMKG, PVMBG, dan BPBD.

Respons Cepat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, BPBD Lampung Selatan Terjunkan Tim, Bagikan Masker dan Imbau Warga Waspada


Respons Cepat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, BPBD Lampung Selatan Terjunkan Tim, Bagikan Masker dan Imbau Warga Waspada.

​​KALIANDA, LAMPUNG SELATAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan meningkatkan status kewaspadaan penuh menyusul eskalasi aktivitas erupsi menerus Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda yang memicu sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah daratan.

Aktivitas Vulkanik Terkini dan Data MAGMA-VAR (PVMBG)

​Berdasarkan Laporan Aktivitas Gunungapi (Volcanic Activity Report / MAGMA-VAR) resmi PVMBG penyusunan Muhammad Dika Nurzaman periode pengamatan 05 September 2026 pukul 18.00–24.00 WIB, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga).

  • Fenomena Erupsi: Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus yang berlangsung sejak Jumat, 04 September 2026 pukul 23:07 WIB hingga saat ini. Kondisi erupsi ini diinterpretasikan sebagai fenomena Lava Fountain (air mancur lava).
  • Visual dan Suara: Teramati sinar api dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, disertai dentuman dan gemuruh. Kondisi CCTV visual di lapangan dilaporkan off.
  • Kegempaan: Tercatat 1 kali gempa Letusan dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi sangat panjang mencapai 21.600 detik (6 jam).
  • Meteorologi: Cuaca berawan hingga mendung, suhu udara 27,2–27,8 °C, kelembaban 69–73 %, serta angin bertiup lemah hingga sedang ke arah Utara dan Barat Laut.
  • Rekomendasi Utama PVMBG: Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius aman 3 km dari kawah aktif.

Kondisi Teknis Sebaran Abu Vulkanik

​Berdasarkan hasil observasi gabungan PVMBG, Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, serta analisis citra satelit RGB Himawari-9 pada Sabtu, 5 September 2026 pukul 21.00 WIB, teridentifikasi 2 (dua) klaster sebaran abu vulkanik:

  1. Klaster Pertama (Permukaan – FL200 / 20.000 Kaki): Pergerakan abu mengarah ke Tenggara–Selatan, melingkupi wilayah Banten, sebagian Jawa Barat, serta perairan sekitarnya.
  2. Klaster Kedua (Permukaan – FL500 / 50.000 Kaki): Abu membumbung tinggi dan bergerak ke arah Barat Daya–Barat Laut, melingkupi Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Barat, Selat Sunda bagian Selatan, hingga Samudera Hindia.

Dampak, Wilayah Terdampak, dan Potensi Ancaman.

​Dinamika pergerakan angin membawa material halus abu vulkanik melintasi wilayah permukiman dan daratan di 9 kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan, meliputi:

  • Kecamatan Rajabasa
  • Kecamatan Kalianda
  • Kecamatan Katibung
  • Kecamatan Sragi
  • Kecamatan Penengahan
  • Kecamatan Ketapang
  • Kecamatan Merbau Mataram
  • Kecamatan Natar
  • Kecamatan Way Sulan

Potensi Ancaman:

  • Kesehatan: Risiko timbulnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi mata akibat paparan abu.
  • Transportasi: Berkurangnya visibilitas jarak pandang pengendara di jalan raya serta gangguan rute penerbangan.
  • Logistik & Sumber Air: Potensi kontaminasi abu pada penampungan air terbuka dan bahan makanan warga.

​Menanggapi fenomena erupsi menerus dan sebaran abu ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, S.H., menyampaikan keterangannya terkait kondisi di lapangan dan penanganan informasi hoaks.

​"Di tengah dinamika pergerakan angin dan erupsi menerus Gunung Anak Krakatau, kami memastikan bahwa situasi di wilayah terdampak Kabupaten Lampung Selatan saat ini tetap terpantau aman, tenang, dan kondusif. Seluruh jajaran Pusdalops PB dan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) disiagakan 24 jam penuh. Kami mengimbau warga untuk tidak panik dan tidak terpengaruh isu-isu hoaks yang beredar di luar kanal resmi," tegas Maturidi.


​Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., merincikan aksi taktis yang telah dan sedang dilakukan oleh tim gabungan.

​"Sebagai langkah respons cepat dan antisipasi risiko kesehatan, tim BPBD Lampung Selatan berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung Selatan serta Camat Rajabasa telah turun langsung membagikan masker kepada masyarakat terdampak di lapangan," ujar Erwan.

​Erwan juga menggarisbawahi imbauan penting untuk proteksi diri warga:

  • Gunakan Masker: Selalu gunakan masker penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar rumah.
  • Gunakan Kacamata Pelindung: Antisipasi iritasi mata akibat abu vulkanik.
  • Batasi Aktivitas Outdoor: Kurangi kegiatan di luar ruangan yang tidak mendesak.
  • Amankan Pasokan Air & Makanan: Tutup rapat tempat penampungan air minum dan bahan makanan.
  • Patuhi Radius Aman: Jangan melanggar batas aman 3 km dari kawah aktif GAK sesuai rekomendasi PVMBG.

Layanan Informasi dan Kontak Darurat

​Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan meminta masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi terkini dari PVMBG, BMKG, dan BPBD. Untuk pelaporan dampak bencana atau permintaan bantuan darurat di permukiman, masyarakat dapat menghubungi:

  • Instansi: Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan / Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lampung Selatan
  • Alamat Kantor: Jl. Stadion Jati Rukun No. 16, Way Lubuk, Kecamatan Kalianda
  • Kontak Darurat / Call Center: 0823-5892-4600
Call Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Hubungi kami untuk pelaporan atau informasi
ERWAN FATRIANSYAH, S.E., M.M
Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan 081369644442
NURMA SURI, SE
Plt. Kabid Kedaruratan & Logistik 082358924600
WAHYUDI PRAMONO, S.T., M.T
Kabid Rehabilitasi & Rekonstruksi 081373040622