Plt. Kabid Kedaruratan & Logistik BPBD Lampung Selatan Cek Langsung Lokasi Banjir di Desa Pulau Jaya dan Bumi Restu, Kaji Penanganan Terintegrasi
Plt. Kabid Kedaruratan & Logistik BPBD Lampung Selatan Cek Langsung Lokasi Banjir di Desa Pulau Jaya dan Bumi Restu, Kaji Penanganan Terintegrasi
LAMPUNG SELATAN – Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Nurma Suri, S.E., melakukan pengecekan langsung ke lokasi banjir di Desa Pulau Jaya dan Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, Minggu (28/12/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk menilai dampak genangan serta mengoordinasikan langkah penanganan bersama otoritas terkait secara terpadu, terutama pasca-curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir yang mengakibatkan meluapnya saluran air dan sungai di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Nurma Suri didampingi langsung oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) setempat serta Camat Palas, Rosalina, M.Kep. Kehadiran para pejabat lintas sektor ini menandakan pendekatan terintegrasi dalam menangani permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut, terutama di musim penghujan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih menyeluruh, tidak hanya pada aspek tanggap darurat namun juga pada aspek perencanaan teknis dan pencegahan. Sinergi antarlembaga dinilai penting untuk mengatasi persoalan banjir yang seringkali bersifat multidimensi, melibatkan faktor alam, infrastruktur, dan perilaku masyarakat.
“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi terbaru di lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan BBWS selaku pengelola sumber daya air. Tujuannya agar penanganan bisa lebih komprehensif, tidak hanya responsif saat banjir, tetapi juga membahas solusi jangka menengah, seperti perbaikan infrastruktur drainase dan normalisasi sungai. Selain itu, kami ingin memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan riil warga terdampak,” ujar Nurma Suri dalam keterangannya di lokasi.
Desa Pulau Jaya dan Bumi Restu merupakan daerah yang rawan mengalami genangan air akibat intensitas hujan tinggi, topografi, dan kondisi saluran drainase yang belum optimal. Pengecekan lapangan difokuskan pada titik-titik langganan banjir, ketinggian air, serta dampaknya terhadap akses jalan dan aktivitas warga, termasuk potensi gangguan terhadap ekonomi lokal. Tim juga melakukan dialog dengan sejumlah warga untuk mendengar keluhan serta masukan langsung terkait upaya penanganan dan pencegahan yang mereka harapkan.


Bersama dengan Kepala BBWS, dilakukan pula peninjauan mendetail terhadap kondisi aliran sungai dan saluran pembuangan utama di sekitar lokasi. Hal ini penting untuk mengidentifikasi titik-titik penyumbatan, kerusakan tanggul, atau kebutuhan normalisasi sungai yang mendesak sebagai upaya mengurangi debit air yang masuk ke pemukiman. Evaluasi ini juga mencakup analisis terhadap kapasitas tampung saluran eksisting dan kemungkinan perlunya intervensi struktural seperti pembuatan sodetan atau peninggian tanggul di titik rawan.
“Koordinasi dengan BBWS sangat penting karena menyangkut pengelolaan air sungai dan drainase makro. Sementara dengan pemerintahan kecamatan dan desa, kami fokus pada kesiapsiagaan warga, logistik, dan evakuasi jika diperlukan, serta pendampingan masyarakat dalam adaptasi menghadapi banjir. Di tingkat tapak, peran pemerintah desa dan kecamatan sangat vital sebagai ujung tombak komunikasi dan mobilisasi,” tambah Nurma Suri.
Camat Palas, Rosalina, menyatakan apresiasi atas respons cepat BPBD dan dukungan teknis dari BBWS. Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan siap bersinergi untuk penanganan darurat maupun program pencegahan jangka panjang, termasuk sosialisasi kepada masyarakat tentang mitigasi mandiri dan budaya hidup bersih. Ia juga menyoroti pentingnya program rutin pembersihan saluran (gotong royong) yang melibatkan partisipasi aktif warga.
“Kami berharap dengan kolaborasi ini, penanganan banjir bisa lebih terukur dan berkelanjutan. Di tingkat warga, kami akan aktif mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta partisipasi dalam gotong royong pemeliharaan lingkungan. Kami juga akan mendorong pembentukan atau penguatan kelompok siaga bencana di tingkat RT/RW untuk meningkatkan responsivitas lokal,” ujar Rosalina.
Kegiatan ini juga sekaligus merupakan upaya BPBD Lampung Selatan untuk mengumpulkan data lapangan yang akurat guna menyusun rekomendasi perbaikan infrastruktur dan penyempurnaan rencana kontinjensi banjir di wilayah tersebut. Data tersebut akan menjadi bahan koordinasi lebih lanjut dengan dinas terkait di tingkat kabupaten, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Lingkungan Hidup. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan daerah, khususnya program-program yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana (PRB).
“Hasil pemantauan hari ini akan kami jadikan bahan untuk rapat koordinasi lintas OPD. Harapannya, intervensi yang dilakukan bisa tepat sasaran, mulai dari pembersihan saluran hingga program peningkatan kapasitas drainase lingkungan. Kami berkomitmen untuk tidak hanya berhenti pada assessment, tetapi mendorong tindak lanjut konkret yang dapat mengurangi kerentanan masyarakat terhadap banjir di masa datang,” pungkas Nurma Suri.
Sumber: Humas BPBD Lampung Selatan.