Perkuat Perlindungan Anak dari Risiko Bencana, BPBD Lampung Selatan Ikuti Rapat Teknis KLA 2026
Perkuat Perlindungan Anak dari Risiko Bencana, BPBD Lampung Selatan Ikuti Rapat Teknis KLA 2026
LAMPUNG SELATAN – Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) yang tidak hanya unggul dalam pemenuhan hak anak tetapi juga tangguh dalam menghadapi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan komitmennya dengan berpartisipasi aktif dalam Rapat Tim Teknis Evaluasi KLA Tahun 2026. Kegiatan strategis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan ini berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 2 hingga 6 Maret 2026, bertempat di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) setempat.
BPBD Lampung Selatan menugaskan perwakilannya untuk mengikuti rangkaian pembahasan dalam rapat tersebut, yakni Kepala Bidang Pencegahan & Kesiapsiagaan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M. Kehadirannya menegaskan peran strategis BPBD dalam aspek perlindungan anak, khususnya dalam situasi darurat dan pasca-bencana, yang menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi KLA. Sementara itu, Sekretaris BPBD, Nanang Hadiyana, S.Kom., M.M, berhalangan hadir karena tugas kedinasan lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Rapat teknis ini digelar untuk membahas secara mendalam indikator dan bukti dukung dalam rangka Evaluasi Mandiri KLA Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Kick Off Meeting yang telah dilaksanakan pada 5 Februari 2026 lalu. Dalam forum tersebut, para peserta dibagi ke dalam beberapa klaster pembahasan, di mana BPBD berkontribusi langsung dalam Klaster V yang membahas tentang Perlindungan Khusus Anak. Pada sesi ini, BPBD menyoroti pentingnya upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons cepat yang ramah anak dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Lampung Selatan.
Erwan Fatriansyah menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mengintegrasikan perspektif anak ke dalam setiap program kebencanaan. "Kami tengah mengembangkan materi edukasi kebencanaan yang ramah anak serta memastikan sarana dan prasarana evakuasi dapat diakses dengan aman oleh anak-anak. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan setiap anak di Lampung Selatan mendapatkan perlindungan yang optimal, tidak hanya dari kekerasan dan eksploitasi, tetapi juga dari risiko bencana. Dengan sinergi antar perangkat daerah, kita bisa membangun sistem yang tangguh dan responsif terhadap kebutuhan anak saat terjadi kedaruratan," ujarnya usai mengikuti rapat.
Partisipasi aktif BPBD dalam kegiatan ini mendapat apresiasi dari para pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran Erwan Fatriansyah dinilai sangat krusial untuk memastikan bahwa Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya memenuhi syarat administratif sebagai Kabupaten Layak Anak, tetapi benar-benar menjadi daerah yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak, bahkan di tengah ancaman bencana sekalipun.
Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang kuat, diharapkan Kabupaten Lampung Selatan dapat meraih predikat KLA dengan kategori utama, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan isu kebencanaan ke dalam perlindungan anak.
Humas BPBD Lampung Selatan