Perkuat Ketangguhan Daerah, BPBD Provinsi Lampung dan BPBD Kab. Lampung Selatan Perluas Pembentukan Destana
Perkuat Ketangguhan Daerah, BPBD Provinsi Lampung dan BPBD Kab. Lampung Selatan Perluas Pembentukan Destana
LAMPUNG SELATAN 10 Februari 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung bersama BPBD Kabupaten Lampung Selatan menggelar rapat koordinasi strategis untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah pesisir. Pertemuan ini memfokuskan pada penambahan Desa Tangguh Bencana 3 desa (Destana), penguatan logistik, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pelaporan bencana.
Di tahun 2026 ini, Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu prioritas penguatan mitigasi dengan rencana penambahan 3 Destana, satu Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Gladi lapang tingkat provinsi mengingat sejarah risiko bencana hidrometeorologi dan geologi di wilayah tersebut.






Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, S.E., M.H., menekankan pentingnya sinergi antara program kabupaten dan provinsi. Beliau menyoroti bahwa inovasi teknologi yang dikembangkan Lampung kini menjadi perhatian nasional.
"Kita sedang mendorong 52 titik ketangguhan bencana di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung yang kita sinergikan dengan program 'Desaku Maju' milik Gubernur. Pemanfaatan AI yang kita miliki bukan sekadar tren, tapi alat bantu nyata agar pengambilan keputusan bisa dilakukan secara cepat dan akurat. Kami juga mendorong daerah untuk lebih proaktif dalam menyusun proposal perencanaan guna menjemput dukungan anggaran dari pusat, karena kesiapsiagaan kita adalah investasi keselamatan rakyat." ujar Rudy Sjawal Sugiarto.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, S.H., menyatakan kesiapan jajarannya dalam menjaga stabilitas keamanan dan kesiapsiagaan personel di lapangan, khususnya dalam koordinasi lintas sektor bersama Satpol PP dan Damkar.
"Kami memastikan seluruh personel dan relawan siaga 1x24 jam. Bagi kami, alat-alat yang ada harus selalu dalam kondisi ready-to-use. Tidak ada alasan alat tidak hidup saat dibutuhkan. Dukungan dari Provinsi sangat kami apresiasi, terutama terkait penambahan titik Destana di Lampung Selatan. Ini akan memperkuat mentalitas masyarakat agar tidak lagi menjadi objek bencana, melainkan subjek yang mandiri dan tangguh dalam menghadapi situasi darurat," tegas Maturidi.
Sekretaris BPBD Lampung Selatan, Nanang Hadiyana, menambahkan bahwa penguatan kelembagaan dan tertib administrasi menjadi fondasi utama dalam mendukung operasional di lapangan. Menurutnya, koordinasi yang solid antara sekretariat dan bidang teknis memastikan seluruh kebijakan mitigasi dapat terimplementasi dengan efisien dan akuntabel.
Dari sisi teknis pelaksanaan, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., menjelaskan detail pengembangan wilayah tangguh tersebut.
"Saat ini dari 16 desa di Kecamatan Rajabasa yang memiliki risiko tinggi, 11 di antaranya sudah menjadi Destana. Tahun ini, dengan bantuan provinsi dan mitra lainnya, kita akan menambah 4 desa lagi sehingga cakupan wilayah tangguh kita semakin signifikan. Kami juga sedang mengintegrasikan Puspa AI ke media sosial agar informasi darurat bisa sampai ke tangan masyarakat secara real-time dan otomatis. Target kami, setiap tanggal 26, melalui Hari Kesiapsiagaan Bencana, seluruh instrumen mitigasi kita uji secara berkala agar tidak ada celah saat bencana sesungguhnya terjadi," jelas Erwan.
Plt. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lampung Selatan, Nurmasuri, S.E menegaskan bahwa kesiapan bantuan di gudang logistik adalah harga mati. Pihaknya memastikan distribusi bantuan saat darurat akan dilakukan secara adil dan setara, didukung dengan armada yang selalu dalam kondisi ready-to-use.
"Fokus kami adalah memastikan rantai pasok logistik tidak terputus saat bencana terjadi. Peralatan evakuasi dan stok bantuan pangan maupun non-pangan terus kita pantau agar selalu siap sedia," pungkasnya.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan manajemen bencana dan optimalisasi penggunaan bantuan logistik guna menghadapi tantangan cuaca ekstrem di masa mendatang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memiliki tugas pokok dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan, penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi secara adil dan setara.
Sumber : Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan