Pencegahan dan Kesiapsiagaan Diperkuat, Pusdalops Siaga 24 Jam Hadapi Risiko Bencana
Pencegahan dan Kesiapsiagaan Diperkuat, Pusdalops Siaga 24 Jam Hadapi Risiko Bencana
Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terus meningkatkan dan mengonsolidasikan upaya pencegahan serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana di wilayahnya.
Penguatan kapasitas ini diwujudkan secara sistematis melalui optimalisasi peran Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD sebagai ujung tombak layanan informasi, koordinasi, dan respons cepat dalam situasi kebencanaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi Ismail, S.H., menegaskan bahwa fondasi kesiapsiagaan harus dibangun jauh sebelum bencana terjadi dan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh pihak.
“Lampung Selatan memiliki tingkat kerentanan dan risiko bencana yang signifikan. Oleh karena itu, sistem peringatan dini, kesiapan personel, dan partisipasi aktif masyarakat harus berjalan selaras dan sinergis. Pusdalops kami pastikan beroperasi siaga 24 jam penuh untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” tegas Maturidi.
Pada pekan ini, fokus utama Pusdalops BPBD Lampung Selatan tertuju pada penguatan dan validasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS). Aktivasi dan pemeliharaan rutin perangkat sirine peringatan tsunami dilaksanakan di titik-titik rawan, khususnya di kawasan pesisir seperti Kecamatan Kalianda, Rajabasa, dan Katibung, guna memastikan kesiapan operasional seluruh perangkat pada saat dibutuhkan.
Diseminasi informasi peringatan dini juga dilakukan secara masif melalui multi-saluran komunikasi. Data dan peringatan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diintegrasikan ke dalam sistem yang mampu menjangkau jaringan relawan kebencanaan, camat, dan kepala desa secara real-time. Pusdalops pun terus mendorong digitalisasi layanan untuk mempermudah akses informasi bagi masyarakat melalui aplikasi di perangkat telepon pintar.
Secara internal, kesiapsiagaan personel Pusdalops dijalankan dengan sistem siaga penuh 24 jam yang terbagi dalam tiga shift kerja. Standar waktu respons ditetapkan maksimal lima menit sejak laporan darurat pertama diterima. Briefing harian dilaksanakan secara konsisten untuk memastikan kesiapan logistik, kelengkapan peralatan utama, serta kondisi armada pendukung penanganan darurat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., menyatakan bahwa seluruh aktivitas Pusdalops diorientasikan pada prinsip pengurangan risiko bencana sejak dini.
“Kami menitikberatkan pendekatan pencegahan melalui edukasi berkelanjutan, simulasi rutin, sistem peringatan dini yang andal, serta pemanfaatan teknologi informasi agar respons di lapangan menjadi semakin cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Sebagai bentuk inovasi dan peningkatan layanan, BPBD Lampung Selatan mendorong pengembangan sejumlah terobosan, antara lain sistem pelaporan cepat berbasis aplikasi PUSPA AI, penguatan budaya sadar bencana di tingkat komunitas, serta implementasi Dashboard Monitor Real-Time “Krakatau Monitor” sebagai pusat pantauan terpadu untuk kondisi cuaca, gelombang laut, dan pergerakan personel lapangan.
Dalam catatan sepekan terakhir, Pusdalops BPBD Lampung Selatan telah menyelenggarakan serangkaian kegiatan operasional seperti simulasi uji coba sirine, latihan teknis komunikasi radio, pembaruan data statistik bencana harian, dan pemeliharaan rutin peralatan penyelamatan. Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan optimal sistem, personel, dan sarana prasarana sebelum situasi darurat bencana benar-benar terjadi.
BPBD Kabupaten Lampung Selatan mengimbau seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, relawan kebencanaan, serta masyarakat luas untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memahami sinyal peringatan dini, dan segera melaporkan setiap kejadian darurat melalui saluran komunikasi resmi Pusdalops. Kesiapsiagaan yang dibangun secara kolaboratif dinilai sebagai kunci utama dalam menekan tingkat risiko dan memitigasi dampak bencana di wilayah Lampung Selatan.
Sumber: Pusdalops PB BPBD Lampung Selatan