Detail Berita

Pantang Pulang Sebelum Situasi Normal: Maturidi, S.H. Menjalankan Tugas di Tengah Bencana Lampung Selatan

Kesekretariatan
Maturidi, S.H. Menjalankan Tugas di Tengah Bencana Lampung Selatan
Maturidi, S.H. Menjalankan Tugas di Tengah Bencana Lampung Selatan

Pantang Pulang Sebelum Situasi Normal: Maturidi, S.H. Menjalankan Tugas di Tengah Bencana Lampung Selatan


Pantang Pulang Sebelum Situasi Normal: Maturidi, S.H. Menjalankan Tugas di Tengah Bencana Lampung Selatan

LAMPUNG SELATAN – Banjir bandang dan angin kencang yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (6/3/2026) sore hingga malam, meninggalkan duka mendalam. Tidak hanya merendam ratusan rumah, bencana ini juga merenggut keselamatan seorang anak yang dilaporkan hanyut terbawa arus di Kecamatan Tanjung Bintang. Hingga pukul 22.56 WIB, proses evakuasi terhadap korban masih terus berlanjut tanpa henti.

Di tengah situasi duka dan keprihatinan itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan Maturidi, S.H., berada di lokasi sejak awal hingga larut malam. Ia turun langsung mendampingi Wakil Bupati, memastikan evakuasi berjalan dan warga terdampak mendapatkan penanganan.

Kondisi Banjir yang Memprihatinkan

Berdasarkan laporan periodik dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Lampung Selatan pada pukul 21.48 WIB, bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang, mengakibatkan dampak signifikan di Kecamatan Jati Agung dan Tanjung Bintang.

Di Kecamatan Jati Agung, banjir merendam sejumlah kompleks perumahan dan pemukiman warga. Data sementara yang dihimpun BPBD mencatat dampak terparah terjadi di beberapa titik:

  • Desa Way Hui: Perumahan Pemda Lampung (90 rumah terendam)

  • Desa Karang Sari: Perumahan Alfa Residen (105 rumah terendam) dan Perum Fanis (99 rumah terendam)

  • Desa Gedung Harapan: Perumahan Diamond (50 rumah terendam)

  • Desa Karang Anyar: Perumahan Permata Asri (50 rumah terendam)

  • Desa Marga Agung: Sekitar 50 rumah warga terendam banjir

Beruntung, hingga saat itu tidak ada korban jiwa akibat banjir di Kecamatan Jati Agung. Warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman atau rumah kerabat.

Situasi lebih memprihatinkan terjadi di Kecamatan Tanjung Bintang. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah rumah semi permanen milik Bapak Sakdan di Dusun 3, RT 03, Nanasan, Desa Way Galih, roboh seketika. Beruntung, seluruh anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri keluar rumah sebelum ambruk. Kerugian materiil akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp50 juta.

Peristiwa paling memilukan terjadi di Desa Lematang, Kecamatan Tanjung Bintang. Seorang anak bernama Diki (umur belum diketahui) dilaporkan hanyut terbawa arus banjir sekitar pukul 17.30 WIB. Hingga pukul 22.56 WIB, proses pencarian dan evakuasi terhadap korban masih terus berlanjut tanpa kenal lelah.

Maturidi di Lapangan Sejak Awal

Begitu laporan bencana masuk dari dua kecamatan, Maturidi langsung mengerahkan tim dan bergerak menuju lokasi. Sejak sore, ia telah berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk memastikan evakuasi dan pencarian korban berjalan.

"Saya ingin memastikan tim bergerak cepat. Ada warga yang rumahnya roboh, ada anak yang hanyut. Ini situasi darurat yang tidak bisa ditangani dari belakang meja," ujar Maturidi.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan kemanusiaan langsung dikerahkan untuk menyisir aliran sungai dan daerah sekitar lokasi kejadian. Meskipun kondisi malam hari dengan aliran air yang masih deras menjadi tantangan berat, Maturidi memastikan tim terus bekerja tanpa henti.

Mendampingi Wakil Bupati di Tengah Duka

Di tengah suasana duka dan keprihatinan, Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, S.T., M.Pd., langsung turun ke lokasi bencana untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran. Maturidi, sebagai Kepala Pelaksana BPBD, mendampingi Wakil Bupati sejak awal kedatangannya.

Peninjauan dilakukan di sejumlah titik terdampak di Kecamatan Tanjung Bintang dan Jati Agung. Di Desa Lematang, Tanjung Bintang, Wakil Bupati meninjau langsung lokasi kejadian korban hanyut dan memantau proses evakuasi yang masih berlangsung. Maturidi memberikan laporan terkait upaya pencarian dan kendala di lapangan.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Lampung Selatan sedang berduka. Kami tidak akan berhenti berupaya, proses evakuasi masih terus berlangsung hingga saat ini pukul 22.56 WIB, dan kami telah mengerahkan seluruh tim untuk melakukan pencarian dan penyelamatan," ujar Wakil Bupati M. Syaiful Anwar dengan nada prihatin.

Di lokasi rumah roboh milik Bapak Sakdan di Desa Way Galih, Wakil Bupati didampingi Maturidi mengecek kondisi keluarga terdampak dan memastikan bantuan segera disalurkan. Maturidi melaporkan bahwa keluarga korban telah mengungsi ke rumah tetangga terdekat dan kebutuhan dasar mereka mulai dipenuhi.

Mendampingi Bupati di Waktu yang Berbeda

Sekitar pukul 21.30 WIB, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama juga tiba di lokasi untuk meninjau langsung kondisi banjir di Kecamatan Jati Agung. Bupati Egi hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Peninjauan dilakukan di beberapa titik yang masih tergenang air, yakni Desa Gedung Harapan, Desa Margo Agung, serta Dusun 3 Desa Jati Mulyo. Maturidi yang telah berada di lapangan sejak sore, kembali mendampingi Bupati dan memberikan laporan situasi terkini.

"Pak Bupati, data sementara di Jati Agung ada sekitar 400-an rumah terendam di beberapa perumahan. Tim sudah turun sejak sore dan evakuasi berjalan. Di Tanjung Bintang, tim masih fokus pada pencarian korban hanyut," lapor Maturidi.

Bupati kemudian menginstruksikan percepatan pendataan dan distribusi bantuan. Maturidi langsung mengoordinasikan instruksi tersebut ke jajarannya.

Memastikan Kebutuhan Pengungsi dan Keluarga Korban

Usai mendampingi bupati dan wakil bupati, Maturidi menuju lokasi pengungsian dan rumah-rumah warga terdampak. Ia berdialog dengan warga, menanyakan kondisi mereka, dan memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan selimut tersedia.

Pemerintah daerah melalui BPBD bergerak cepat dengan mendirikan posko darurat, menyalurkan bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, dan selimut bagi para pengungsi. Layanan kesehatan juga disiagakan bagi warga terdampak, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

"Dapur umum dan posko pengungsian kita dirikan untuk membantu warga yang terdampak banjir dan angin kencang. Prioritas kita adalah keselamatan warga dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Sementara itu, tim evakuasi masih bekerja keras di lapangan dalam kondisi gelap dan arus deras untuk mencari korban hanyut. Kami doakan bersama semoga proses evakuasi diberi kelancaran," tegas Maturidi.

Pantang Pulang Sebelum Terkendali

Malam semakin larut. Hingga pukul 23.30 WIB, genangan di beberapa titik Jati Agung mulai surut meski belum sepenuhnya. Sementara di Tanjung Bintang, proses pencarian korban hanyut masih berlangsung. Tim BPBD dan SAR gabungan masih bersiaga di kedua lokasi.

Maturidi baru meninggalkan lokasi menjelang tengah malam, setelah memastikan koordinasi dengan tim berjalan, posko pengungsian siap, dan proses evakuasi terus berlanjut.

"Saya tinggalkan lokasi kalau dirasa situasi sudah cukup terkendali dan tim bisa melanjutkan. Masih ada yang harus disiapkan dari kantor untuk bantuan besok pagi, terutama untuk keluarga korban dan warga yang rumahnya roboh," jelasnya.

Kembali ke Lokasi Keesokan Harinya

Sabtu pagi, Maturidi kembali ke lokasi bencana di Tanjung Bintang dan Jati Agung. Ia mengecek perkembangan pencarian korban, memastikan bantuan sudah terdistribusi, dan menerima laporan dari tim. Pendataan warga terdampak terus dilakukan, sementara upaya percepatan surut dengan alat berat masih berlangsung di Jati Agung.

Kondisi bencana kali ini, menurutnya, cukup berat. "Memang cukup parah. Ada korban jiwa, ada rumah roboh, ratusan rumah terendam. Tapi kami terus upayakan agar penanganan berjalan maksimal," ujarnya.

Ia juga mengingatkan tim untuk terus bersiaga. "Cuaca masih bisa berubah. Kita tidak boleh lengah. Pastikan warga yang masih di pengungsian terpenuhi kebutuhannya, dan proses pencarian korban terus dilakukan."

Menjalankan Tugas Sebagaimana Mestinya

Maturidi tidak melihat apa yang dilakukannya sebagai sesuatu yang istimewa. Ia menganggap itu adalah bagian dari pekerjaan yang harus dijalankan.

"Ini tugas kami. Saya hanya menjalankan apa yang sudah menjadi kewajiban. Sama seperti tim di lapangan yang bekerja lebih keras. Mereka yang setiap saat berhadapan langsung dengan warga dan kondisi darurat," ujarnya.

Tentang keluarganya, ia mengaku mereka sudah memahami konsekuensi pekerjaannya. "Istri dan anak sudah paham. Kalau ada bencana, saya bisa pulang malam atau tidak pulang. Mereka support."

Wakil Bupati M. Syaiful Anwar mengimbau seluruh warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. "Saya minta warga untuk terus memantau informasi cuaca dan segera menghubungi pihak berwenang jika terjadi tanda-tanda bahaya. Mari kita kuatkan solidaritas dan doa untuk saudara-saudara kita yang terdampak, serta untuk keselamatan korban yang masih dalam proses pencarian," imbaunya.

Catatan dari Lapangan

Hingga Sabtu, tim BPBD dan SAR gabungan masih bersiaga di lokasi bencana. Pencarian korban hanyut terus dilakukan, bantuan logistik terus disalurkan, sementara alat berat dikerahkan untuk membantu percepatan surut di beberapa titik Jati Agung.

Maturidi sendiri masih terlihat berkeliling, menerima laporan dari tim, dan memastikan koordinasi berjalan. Ia baru berhenti sejenak di posko sebelum kembali ke mobil untuk mengecek titik lain.

"Saya hanya menjalankan tugas. Yang penting warga terbantu, situasi cepat pulih. Itu saja," tutupnya.


Lampung Selatan, 7 Maret 2026

Sumber: Pusdalops PB BPBD Lampung Selatan dan Humas BPBD Lampung Selatan

Call Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Hubungi kami untuk pelaporan atau informasi
MATURIDI, S.H
Kepala Pelaksana 085269079984
ERWAN FATRIANSYAH, S.E., M.M
Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan 081369644442
NURMA SURI, SE
Plt. Kabid Kedaruratan & Logistik 082358924600
WAHYUDI PRAMONO, S.T., M.T
Kabid Rehabilitasi & Rekonstruksi 081373040622