Lampung Selatan Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Lampung Selatan Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Lampung Selatan — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah tersebut pada Kamis, 16 April 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga 08.00 WIB.
Dalam keterangan resminya, BPBD menyampaikan bahwa wilayah Lampung Selatan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi ini diprediksi terjadi pada malam hari dan masih berlanjut hingga dini hari, sehingga masyarakat diminta untuk tetap siaga.
Prakiraan cuaca menunjukkan suhu udara berkisar antara 23°C hingga 34°C dengan tingkat kelembapan relatif tinggi, yakni mencapai 60 hingga 100 persen. Sementara itu, angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan antara 9 hingga 25 km/jam, yang berpotensi memperkuat intensitas hujan di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lampung Selatan, ERWAN FATRIANSYAH, S.E., M.M, mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem yang terjadi.
“Potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang perlu diwaspadai bersama. Kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta menghindari aktivitas di luar rumah apabila kondisi cuaca memburuk,” ujarnya.
BPBD menegaskan bahwa kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai potensi risiko bencana, seperti genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari. Oleh karena itu, warga diimbau untuk lebih berhati-hati, memastikan lingkungan sekitar aman, serta segera melakukan langkah antisipasi.
Selain itu, sektor maritim juga menjadi perhatian. Di wilayah perairan sekitar Pelabuhan Bakauheni, cuaca dilaporkan berawan tebal yang dapat mengganggu jarak pandang. Gelombang laut di Selat Sunda bagian selatan diperkirakan mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter atau dalam kategori sedang. Kecepatan angin di laut berkisar antara 14,8 hingga 18,5 km/jam dengan hembusan maksimum mencapai 27,8 km/jam.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran dan keselamatan nelayan. Oleh karena itu, seluruh pengguna jasa transportasi laut, nelayan, serta operator pelayaran diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di perairan.
Sementara itu, berdasarkan laporan aktivitas vulkanik, Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level II (Waspada). Pihak berwenang merekomendasikan agar masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak mendekati area kawah dalam radius 2 kilometer guna menghindari potensi bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
BPBD Kabupaten Lampung Selatan juga mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi resmi dari instansi terkait serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing. Layanan kontak darurat disiagakan untuk memastikan respons cepat terhadap setiap kejadian.
Sumber:
BPBD Kabupaten Lampung Selatan, BMKG Lampung, PVMBG Badan Geologi