Detail Berita

Kondisi Lampung Selatan Terkendali, BPBD Siaga Antisipasi Hidrometeorologi & Aktivitas Anak Krakatau

Pencegahan & Kesiapsiagaan
BPBD Siaga Antisipasi Hidrometeorologi & Aktivitas Anak Krakatau
BPBD Siaga Antisipasi Hidrometeorologi & Aktivitas Anak Krakatau

Kondisi Lampung Selatan Terkendali, BPBD Siaga Antisipasi Hidrometeorologi & Aktivitas Anak Krakatau


Kondisi Lampung Selatan Terkendali, BPBD Siaga Antisipasi Hidrometeorologi & Aktivitas Anak Krakatau

Lampung Selatan, Kamis, 5 Februari 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan memastikan kondisi wilayahnya hingga Kamis (5/2/2026) pagi dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali. Pemantauan ini dilakukan melalui laporan periodik Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD sebagai bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi Ismail, S.H., menegaskan bahwa kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama meski situasi relatif aman. “Kami memastikan Pusdalops BPBD siaga penuh 24 jam. Kondisi wilayah terpantau aman, namun potensi bencana hidrometeorologi dan aktivitas Gunung Anak Krakatau harus terus diantisipasi,” ujar Maturidi.

Berdasarkan pemantauan Pusdalops pada pukul 08.00–09.30 WIB, cuaca di sekitar Posko BPBD terpantau cerah. Dari pantauan di 17 kecamatan, tidak ada laporan kejadian bencana hingga berita ini dirilis.

Sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat terjadi, BPBD Lampung Selatan masih mengaktifkan Posko Siaga Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026.

Terkait aktivitas gunung api, laporan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau per 4 Februari 2026 menyebutkan statusnya berada pada Level II (Waspada). Gunung terpantau jelas hingga tertutup kabut tipis tanpa asap kawah. Aktivitas kegempaan tercatat satu kali gempa tektonik jauh dan tremor menerus amplitudo rendah. Kondisi gelombang laut sekitar terpantau tenang.

Menyikapi status ini, BPBD mengimbau masyarakat, nelayan, dan wisatawan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius dua kilometer dari kawah aktif serta mematuhi semua rekomendasi resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Sementara itu, untuk wilayah perairan Selat Sunda bagian selatan, Pusdalops mencatat tinggi gelombang berkisar 1,25 hingga 2,5 meter (kategori tinggi). Kondisi ini berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi dari sumber tidak jelas dan selalu mengikuti rilis resmi dari BPBD dan BMKG,” tegasnya.

BPBD Kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan informasi yang cepat, tepat, dan akuntabel kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya perlindungan dan pengurangan risiko bencana.

Sumber: Humas BPBD Lampung Selatan dan BMKG Lampung

Call Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Hubungi kami untuk pelaporan atau informasi
MATURIDI, S.H
Kepala Pelaksana 085269079984
ERWAN FATRIANSYAH, S.E., M.M
Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan 081369644442
NURMA SURI, SE
Plt. Kabid Kedaruratan & Logistik 082358924600
WAHYUDI PRAMONO, S.T., M.T
Kabid Rehabilitasi & Rekonstruksi 081373040622