Hujan Intens Picu Luapan Sungai Katibung, 30 Rumah di Tanjung Ratu Terendam Banjir
Hujan Intens Picu Luapan Sungai Katibung, 30 Rumah di Tanjung Ratu Terendam Banjir
Lampung Selatan, 17 Januari 2026 — Bencana hidrometeorologi kembali terjadi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan ketika luapan air Sungai Katibung membanjiri kawasan permukiman Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, pada Sabtu (17/1) petang. Peristiwa alam ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang terjadi dalam kurun waktu singkat, sehingga menyebabkan peningkatan debit air sungai secara signifikan hingga melampaui kapasitas alur sungai.
Berdasarkan laporan situasi sementara yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan pada pukul 20.13 WIB, banjir yang terjadi bermula dari hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 16.00 WIB. Curah hujan yang terkonsentrasi selama hampir dua jam tersebut berimplikasi langsung pada bertambahnya volume aliran di Sungai Katibung, hingga menyebabkan luapan air sungai memasuki kawasan perumahan sekitar pukul 19.00 WIB. Wilayah terdampak terpusat di RT 03 RW 03 Perumahan Mutiara Ratu Indah, dengan ketinggian genangan rata-rata mencapai 15 sentimeter.


Data pendataan awal yang dilakukan oleh petugas lapangan menunjukkan setidaknya terdapat 30 unit rumah warga yang terdampak banjir. Meskipun menyebabkan gangguan aktivitas dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada aset warga, kejadian ini tidak menelan korban jiwa maupun korban luka berkat respons preventif yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Kewaspadaan warga terlihat dari langkah-langkah antisipatif yang mereka lakukan sebelum genangan meningkat, termasuk memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Menanggapi situasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Kabupaten Lampung Selatan, perangkat desa, serta unsur relawan segera melaksanakan serangkaian langkah penanganan terkoordinasi. Upaya yang telah dijalankan meliputi kegiatan pemantauan lapangan untuk memetakan sebaran dan tingkat genangan, pendataan kerusakan dan warga terdampak, serta koordinasi intensif dengan instansi terkait untuk penyiapan bantuan dan dukungan logistik. Selain itu, sosialisasi terus disampaikan kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah kondisi banjir.
Di sisi lain, semangat gotong royong dan kesiapsiagaan mandiri warga menjadi faktor penentu dalam meredam dampak banjir yang lebih luas. Masyarakat secara proaktif melakukan upaya penanganan awal, termasuk membersihkan saluran air sekitar rumah, menyiapkan penghalang air darurat, serta saling mengingatkan untuk evakuasi jika diperlukan. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas ini mencerminkan peningkatan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
Hingga Sabtu malam, pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi genangan air sudah mulai surut dan situasi berangsur normal. Namun, tim penanggulangan bencana tetap siaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi, terutama terkait dinamika cuaca dan fluktuasi debit sungai. “Kami terus memantau perkembangan secara ketat dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan warga. Saat ini kondisi sudah lebih terkendali, tetapi kewaspadaan kolektif tetap harus dijaga,” tegas perwakilan BPBD Kabupaten Lampung Selatan yang bertugas di lokasi kejadian.
Ke depan, BPBD Kabupaten Lampung Selatan akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan penanganan banjir ini melalui saluran-saluran resmi. Masyarakat diimbau untuk mengakses informasi akurat dari sumber terpercaya dan melaporkan setiap kondisi darurat melalui jalur komunikasi yang telah disediakan. Evaluasi menyeluruh terhadap kejadian ini juga akan dilakukan guna memperkuat sistem peringatan dini dan strategi mitigasi banjir di wilayah-wilayah rawan lainnya.
Sumber: Humas BPBD Lampung Selatan