Gotong Royong Cepat Tanggulangi Dampak Angin Kencang di Bandar Agung, Destana dan Masyarakat Bersinergi Membangun Ketangguhan Lokal
Gotong Royong Cepat Tanggulangi Dampak Angin Kencang di Bandar Agung, Destana dan Masyarakat Bersinergi Membangun Ketangguhan Lokal
Lampung Selatan, 19 Januari 2026 — Fenomena cuaca ekstrem kembali menguji daya tahan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan. Pada Minggu siang (18/1/2026), sekitar pukul 14.00 WIB, hujan deras dengan intensitas tinggi yang disertai hembusan angin kencang melanda Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, mengakibatkan sebuah pohon tumbang dan menimpa bagian dapur rumah milik Bapak Muslimin di RT 001, Dusun Kuala Jaya. Insiden yang terjadi di tengah kondisi cuaca yang tidak stabil ini memicu respons yang cepat, terkoordinasi, dan penuh solidaritas dari berbagai elemen masyarakat, terutama melibatkan warga setempat, tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Bandar Agung, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan.
Berdasarkan laporan situasi sementara yang diterbitkan oleh BPBD Lampung Selatan pada Senin pagi (19/1), pukul 09.20 WIB, pohon tumbang tersebut mengakibatkan kerusakan material yang cukup signifikan pada struktur bangunan dapur rumah Bapak Muslimin. Adapun kerugian yang tercatat secara rinci meliputi tiga lembar asbes yang hancur dan lima batang kayu kaso yang mengalami kerusakan struktural. Meskipun insiden ini menimbulkan gangguan terhadap aktivitas rumah tangga dan kerusakan harta benda, laporan tersebut secara gamblang menyatakan bahwa tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa tersebut. Keberhasilan menghindari jatuhnya korban jiwa dan cedera ini menjadi bukti nyata atas kewaspadaan warga setempat serta respons yang cepat dan tepat dari pihak-pihak yang berwenang di tingkat lokal.
Kehadiran tim Destana Bandar Agung yang langsung turun ke lokasi kejadian menjadi faktor penentu dalam efektivitas penanganan insiden ini. Destana, sebagai komponen vital dalam sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas, segera mengambil peran aktif dan strategis dalam mengorganisir kegiatan tanggap darurat. Mereka tidak hanya memimpin aksi gotong royong untuk membersihkan puing-puing pohon dan material bangunan yang rusak, tetapi juga mengoordinasikan partisipasi warga dalam mengevakuasi lokasi dengan prosedur yang aman dan efisien. Selain dukungan teknis dan fisik, tim Destana juga memberikan pendampingan psikososial awal kepada keluarga terdampak, memastikan bahwa dampak emosional akibat insiden ini dapat dikelola dengan baik.
“Aksi yang kami laksanakan ini merupakan refleksi nyata dari semangat kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang telah kami bangun melalui program Destana. Keberadaan kami tidak hanya pada saat terjadi bencana, tetapi juga secara proaktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai mitigasi risiko. Dengan sinergi yang solid seperti ini, kami yakin masyarakat akan semakin tangguh dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman alam,” tegas Koordinator Destana Bandar Agung saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Di luar kegiatan respons darurat, Destana Bandar Agung juga memainkan peran penting dalam upaya pencegahan jangka panjang. Mereka melakukan sosialisasi intensif kepada warga mengenai pentingnya pemeliharaan rutin dan pemantauan terhadap pohon-pohon besar yang berpotensi membahayakan, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. Tim Destana juga mengaktifkan dan memperkuat sistem komunikasi darurat di tingkat RT/RW, memastikan bahwa informasi penting dapat tersebar secara cepat, akurat, dan tepat sasaran kepada seluruh warga. Hal ini sekaligus memperkokoh jejaring kesiapsiagaan di tingkat akar rumput.
Sementara itu, BPBD Lampung Selatan memberikan dukungan teknis dan pemantauan menyeluruh terhadap proses penanganan insiden. Tim BPBD melaksanakan verifikasi data kerusakan secara detail, mengevaluasi potensi risiko susulan di sekitar lokasi, serta memberikan rekomendasi teknis terkait penanganan pohon atau struktur lain yang berisiko membahayakan. Koordinasi yang erat dengan Destana dijaga untuk memastikan bahwa seluruh upaya penanganan tetap berjalan sesuai dengan protokol keselamatan dan prosedur operasional standar yang berlaku.
Hingga Senin pagi, situasi di lokasi kejadian telah dilaporkan sepenuhnya aman dan kondisinya telah kembali normal. Seluruh material pohon yang tumbang telah berhasil dibersihkan melalui kegiatan gotong royong yang penuh semangat kebersamaan, dan lingkungan sekitar rumah Bapak Muslimin telah ditata ulang untuk menghilangkan potensi bahaya lanjutan. Meskipun situasi telah stabil, pemantauan terhadap kondisi cuaca dan potensi risiko serupa tetap dilakukan secara berkelanjutan oleh pihak berwenang setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam. Sinergi yang terbangun antara elemen masyarakat seperti Destana, dukungan institusi formal seperti BPBD, serta partisipasi aktif seluruh warga menjadi fondasi utama dalam membangun ketangguhan lokal yang berkelanjutan. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas seperti ini, diharapkan dampak dari bencana alam dapat diminimalisir secara signifikan dan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan lebih cepat, efektif, dan manusiawi di masa mendatang.
Sumber: Humas BPBD Lampung Selatan