DI HARI PERTAMA, MATURIDI PACU KINERJA DAN SINERGI BPBD LAMPUNG SELATAN
DI HARI PERTAMA, MATURIDI PACU KINERJA DAN SINERGI BPBD LAMPUNG SELATAN
LAMPUNG SELATAN – Suara komando yang lantang dan berwibawa membelah kesunyian pagi di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (7/1/2026) pagi. Hanya berselang kurang dari 24 jam sejak dikukuhkan dengan amanah ganda dalam sebuah prosesi akbar di tepi laut, Maturidi, S.H. telah berdiri tegap di barisan terdepan, memimpin langsung Apel Mingguan seluruh jajaran di lembaga yang kini menjadi tanggung jawab penuhnya. Ini adalah sinyal yang tak terbantahkan: tidak ada masa transisi, tidak ada ruang untuk jeda hanya aksi nyata yang segera dieksekusi dengan penuh dedikasi.
Suasana pagi itu sarat dengan makna dan energi baru. Udara segar Kalianda menyelimuti barisan rapi para pegawai BPBD, yang seluruhnya mengenakan seragam dinas dengan penuh khidmat. Di setiap raut wajah, terpancar ekspresi semangat yang menyala-nyala, sebuah antusiasme kolektif yang lahir dari keyakinan akan hadirnya angin perubahan di bawah kepemimpinan baru. Maturidi, dengan kewibawaan yang semakin mengkristal pasca-pelantikan, tampil bukan hanya sebagai sosok pemimpin, melainkan sebagai nahkoda yang langsung memegang kendali, mengarahkan kapal bernama 'Siaga' untuk segera berlayar mewujudkan visi besar yang telah digaungkannya.


Dalam amanatnya yang tegas, visioner, dan memotivasi, Maturidi membuka dengan refleksi mendalam tentang momen bersejarah pelantikannya. “Kemarin, di tepian Dermaga Bom, kita bersama-sama menyaksikan sebuah penyerahan mandat strategis. Namun, sadarlah bahwa mandat itu bukanlah sekadar gelar atau jabatan ia adalah amanah tugas, ia adalah beban tanggung jawab, ia adalah kepercayaan suci yang harus kita jawab dengan karya dan dedikasi nyata,” ujarnya, dengan suara yang jelas dan penuh ketegasan menembus kesunyian pagi.
Ia kemudian merajut benang merah visi yang telah dicanangkannya sehari sebelumnya dengan aksi hari ini. “Saya tegaskan sekali lagi: filosofi kita adalah bergerak lebih cepat dari ancaman bencana. Ini bukan retorika kosong. Ini harus meresap menjadi DNA organisasi kita, menjadi napas setiap langkah kerja kita. Mulai dari detik ini, budaya kerja kita adalah budaya siaga sepanjang waktu, budaya antisipasi tanpa henti, di mana pelatihan dan simulasi bukan lagi kegiatan insidental, melainkan rutinitas hidup yang menyelamatkan,” tegasnya, menekankan setiap kata dengan keyakinan yang membaja.
Dengan penekanan pada kolaborasi, ia menyoroti kekuatan sinergi. “Kita tidak boleh bekerja dalam sekat dan kesendirian. Sinergi, khususnya dengan Satpol PP, adalah pilar kekuatan kita. Dalam setiap fase pra-bencana, tanggap darurat, maupun pemulihan kolaborasi harus berjalan bak mesin yang terawat sempurna: lancar, tepat, dan efisien. Satpol PP akan menjadi mitra strategis kita di lapangan, memperkuat aspek pengamanan, penertiban, dan disiplin, sementara kita memusatkan energi pada koordinasi penyelamatan, logistik, dan rehabilitasi.”
Arahan Maturidi juga menyentuh ranah teknis-operasional sekaligus nilai-nilai moral kepemimpinan. “Saya ingin setiap insan di BPBD tidak hanya sekadar menjalankan tugas, tetapi juga menghayati makna terdalam di baliknya. Setiap paket logistik yang kita siapkan, setiap sirene peringatan dini yang kita aktifkan, setiap proses evakuasi yang kita pimpin semuanya bermuara pada nyawa dan rasa aman warga kita. Kerjakanlah dengan hati nurani, karena yang kita kelola bukan sekadar administrasi, melainkan kepercayaan dan harapan seluruh masyarakat Lampung Selatan.”
Apel yang berlangsung khidmat selama setengah jam itu ditutup dengan pembacaan ikrar kebencanaan oleh seluruh pegawai, disuarakan dengan penuh semangat kebersamaan dan komitmen. Sorot mata para staf dan aparatur yang hadir tampak berbinar, bukan karena kelelahan, melainkan karena tersulut api tekad baru yang membara. Keyakinan pun menguat: di bawah komando Maturidi, BPBD Lampung Selatan akan bertransformasi dari lembaga yang reaktif saat darurat, menjadi organisasi yang proaktif, inovatif, berbasis data, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Sebagai langkah konkret pertama usai apel, Maturidi langsung menggelar rapat terbatas dengan para kepala seksi, bidang, dan unit untuk mengevaluasi kesiapan logistik terkini, memetakan ulang titik-titik kerawanan bencana berdasarkan analisis data terbaru, serta menyusun agenda pelatihan terpadu dan simulasi skala besar untuk periode pertama kepemimpinannya. “Tidak ada waktu yang boleh disia-siakan. Masyarakat telah menantikan bukti kerja nyata, dan kita harus segera menunjukkan kinerja terbaik yang berdampak,” pesannya penuh tekad sebelum memimpin rapat tersebut.
Dengan langkah perdana yang penuh simbolisme dan aksi strategis ini, Maturidi, S.H., tidak hanya membuktikan konsistensi antara janji dan realita, tetapi juga menancapkan tekadnya yang tak tergoyahkan: memastikan Lampung Selatan tumbuh sebagai wilayah yang tangguh menghadapi segala musim, siap mengatasi tantangan, dan senantiasa berdiri sebagai garda terdepan pelindung masyarakat. Perjalanan Sang Nahkoda Dua Armada benar-benar telah melaju dan hari pertama ini adalah bukti nyata bahwa pelayaran tersebut akan diwarnai oleh dedikasi tanpa kompromi, ketanggasan, dan semangat melayani yang tiada henti.
Sumber: Humas BPBD Lampung Selatan