Detail Berita

BREAKING NEWS: BPBD Minta Warga Lampung Selatan Waspadai Cuaca Ekstrem & Erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pencegahan & Kesiapsiagaan
BIDANG PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN
BIDANG PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN

BREAKING NEWS: BPBD Minta Warga Lampung Selatan Waspadai Cuaca Ekstrem & Erupsi Gunung Anak Krakatau.


BPBD Minta Warga Lampung Selatan Waspadai Cuaca Ekstrem dan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Lampung Selatan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan merilis laporan periodik pemantauan wilayah per Kamis (19/02/2026). Meski kondisi wilayah saat ini terpantau kondusif, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang diprediksi terjadi di sejumlah titik.

Berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG, suhu udara di wilayah Lampung Selatan berkisar antara 23,0°C hingga 32,0°C dengan tingkat kelembapan mencapai 52% – 98%. Kecepatan angin terpantau pada angka 5 – 20 knots, yang memicu dikeluarkannya peringatan dini angin kencang di beberapa kecamatan strategis.

Pemetaan Wilayah Terdampak Angin Kencang

BPBD mengidentifikasi risiko rendah namun tetap memerlukan kewaspadaan pada beberapa titik pada tanggal 20 Februari 2026, di antaranya:

  • Kecamatan Jati Agung: Meliputi Desa Jati Mulyo, Karang Anyar, Way Hui, hingga Banjar Agung (Kecepatan angin mencapai 22,1 – 25,0 km/jam).

  • Kecamatan Kalianda: Terdeteksi di Desa Agom, Way Urang, hingga Merak Belatung (Kecepatan angin 20,9 – 24,2 km/jam).

  • Kecamatan Katibung: Desa Tarahan, Rangai Tri Tunggal, dan sekitarnya.

  • Kecamatan Natar: Mencakup Branti Raya, Negara Ratu, hingga Suka Damai.

  • Kecamatan Ketapang & Sragi: Potensi angin kuat terdeteksi hingga 26,8 km/jam di wilayah pesisir.

Selain ancaman di darat, Selat Sunda bagian selatan saat ini berstatus Waspada Gelombang Tinggi dengan estimasi ketinggian gelombang mencapai 1,25 – 2,5 meter.

Status Gunung Anak Krakatau

Hingga periode pengamatan terbaru, Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level II (Waspada). Terekam adanya gempa Hybrid/Fase Banyak sebanyak 3 kali dan Tremor Menerus dengan amplitudo 0,5-2 mm. Masyarakat dan wisatawan dilarang keras mendekati kawah dalam radius 2 km.

Saat diwawancarai langsung, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., menekankan pentingnya langkah mitigasi mandiri oleh masyarakat.

"Berdasarkan pantauan PUSDALOPS hari ini, meskipun kejadian bencana saat ini masih nihil, kami tetap menyiagakan Posko Hidrometrologi 2026 secara penuh. Fokus utama kami adalah 17 kecamatan di Lampung Selatan, terutama wilayah Jati Agung, Candipuro, dan Kalianda yang masuk dalam radar peringatan dini angin kencang esok hari," ujar Erwan.

Beliau menambahkan, "Kami menghimbau warga di desa-desa seperti Jati Mulyo, Way Hui, hingga pesisir Rajabasa dan Ketapang untuk memantau benda-benda terbuka yang berpotensi terbang atau roboh akibat angin kencang. Dengan kelembapan udara yang mencapai 98%, potensi hujan lebat disertai petir pada malam dan dini hari sangat tinggi. Kami meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas di laut atau mendekati radius 2 km dari Gunung Anak Krakatau demi keselamatan bersama. Salam Tangguh!"

Kontak Informasi:
Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kabupaten Lampung Selatan.
Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lampung Selatan.
BMKG.
PVMBG.
Jl. Stadion Jati Rukun No. 16, Way Lubuk, Kalianda
Telepon/WA: 0823-5892-4600

Call Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Hubungi kami untuk pelaporan atau informasi
MATURIDI, S.H
Kepala Pelaksana 085269079984
ERWAN FATRIANSYAH, S.E., M.M
Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan 081369644442
NURMA SURI, SE
Plt. Kabid Kedaruratan & Logistik 082358924600
WAHYUDI PRAMONO, S.T., M.T
Kabid Rehabilitasi & Rekonstruksi 081373040622