BPBD Lampung Selatan Tingkatkan Kewaspadaan Multidimensi dan Kesiapsiagaan.
Gunung Anak Krakatau Status Level III Siaga: BPBD Lampung Selatan Tingkatkan Kewaspadaan Multidimensi dan Kesiapsiagaan.
KALIANDA, LAMPUNG SELATAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan meningkatkan status kewaspadaan menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK). Gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut berada pada Status Level III (Siaga) setelah mengalami peningkatan aktivitas secara signifikan dan hingga kini masih terus menunjukkan tingkat kegempaan serta erupsi yang tinggi.
Rincian Detail Aktivitas Vulkanik dan Kegempaan GAK
Berdasarkan data resmi Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau (KESDM, Badan Geologi, PVMBG), pengamatan menyeluruh pada Minggu, 6 September 2026 mencatat rentetan aktivitas seismik dan erupsi sebagai berikut:
-
Periode Pengamatan 06.00 – 12.00 WIB:
- Meteorologi & Visual: Cuaca berawan, angin bertiup lemah ke arah timur laut dan barat laut. Suhu udara 27,0–27,1 °C, kelembaban 72–78%. Gunung tertutup kabut (0-III), asap kawah tidak teramati, dan ombak laut tenang.
- Kegempaan: Terekam 1 kali gempa Letusan (amplitudo 50 mm, durasi 16 detik), 4 kali Hembusan (amplitudo 28–41 mm, durasi 16–37 detik), 15 kali gempa Low Frequency (amplitudo 22–57 mm, durasi 3–17 detik), serta 7 kali gempa Hybrid/Fase Banyak (amplitudo 29–52 mm, S-P: 0 detik, durasi 4–13 detik). Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 6–45 mm (dominan 10 mm). (Penyusun Laporan: Deny Mardiono, A.Md.).
-
Periode Pengamatan 12.00 – 18.00 WIB:
- Meteorologi & Visual: Cuaca berawan hingga mendung, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut. Suhu udara 27,9–29,2 °C, kelembaban 61–73%. Gunung kabut (0-III), asap kawah tidak teramati, dan ombak laut sedang.
- Kegempaan: Terekam 3 kali Hembusan (amplitudo 35–44 mm, durasi 32–51 detik), 14 kali gempa Low Frequency (amplitudo 15–43 mm, durasi 7–15 detik), dan 21 kali gempa Hybrid/Fase Banyak (amplitudo 18–43 mm, S-P: 0 detik, durasi 5–25 detik). Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 5–20 mm (dominan 10 mm). (Penyusun Laporan: Rioboniek Situmorang).
-
Informasi Erupsi Teranyar (MAGMA-VEN):
- Terjadi erupsi pada pukul 20.23 WIB. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 58 mm dan durasi ± 44 detik. Tinggi kolom abu erupsi tidak teramati visual akibat kondisi cuaca dan kabut.
Hasil pemantauan citra satelit Himawari-9, VAAC Darwin, dan analisis RGB BMKG hingga 6 September 2026 pukul 19.00 WIB mengonfirmasi adanya dua klaster utama sebaran abu vulkanik di udara:
- Klaster Permukaan – Ketinggian 15.000 Kaki: Bergerak ke arah Timur Laut – Barat Laut / Selatan, mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, serta perairan sekitarnya.
- Klaster Permukaan – Ketinggian 50.000 Kaki: Bergerak ke arah Barat Daya – Barat Laut, meluas mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Barat, Selat Sunda, hingga Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Merespons potensi bahaya abu vulkanik pada ruang udara, MWO Jakarta telah menerbitkan 53 SIGMET (SIGMET terbaru berlaku pukul 18.35–21.35 WIB). Imbasnya, sebanyak 8 bandara menghentikan operasional sementara (CLOSED) per update pukul 18.35 WIB:
- TKG - Radin Inten II Lampung: CLOSED (04.18 – 23.59 WIB)
- CGK - Soekarno Hatta: CLOSED (02.08 – 23.59 WIB)
- HLP - Halim Perdanakusuma: CLOSED (07.20 – 23.59 WIB)
- BDO - Husein Sastranegara: CLOSED (12.07 – 23.59 WIB)
- RTO - Budiarto Curug: CLOSED (06.48 – 23.59 WIB)
- PCB - Pondok Cabe: CLOSED (10.05 – 23.59 WIB)
- TFY - Taufik Kiemas: CLOSED (11.30 – 23.59 WIB)
- WIPY / PXA - Atung Bungsu: CLOSED (13.34 – 17.00 WIB)
Menyikapi eskalasi kondisi kewilayahan ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, menegaskan bahwa seluruh personel dan jajaran kewilayahan telah disiagakan penuh.
"Kami mengimbau masyarakat Lampung Selatan, khususnya di wilayah pesisir, untuk tetap tenang namun ekstra waspada. Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau ini bersifat multidimensi: mulai dari paparan abu vulkanik, gangguan transportasi udara dan darat, hingga kenaikan tinggi gelombang laut Selat Sunda yang saat ini mencapai 3,0 hingga 3,4 meter," tegas Maturidi.
"Selain itu, potensi ancaman tsunami — baik akibat longsoran tubuh Gunung Anak Krakatau ke laut maupun gempa tektonik — tetap menjadi prioritas kewaspadaan. Sistem peringatan dini (Early Warning System) termasuk menara Sirinus Nami di beberapa lokasi pesisir dengan jangkauan suara 3 hingga 5 kilometer telah kami pastikan siap berfungsi. Kami minta masyarakat tidak panik, mengabaikan isu hoaks, dan mematuhi radius aman 3 kilometer dari kawah aktif."
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah memaparkan skenario mitigasi dan kesiapsiagaan operasional di lapangan.
"Fokus kewaspadaan Lampung Selatan difokuskan pada tiga pilar utama: ABU VULKANIK \rightarrow KESELAMATAN MASYARAKAT PESISIR & NELAYAN \rightarrow ANTISIPASI TSUNAMI & KESIAPAN EVAKUASI," terang Erwan.
"Langkah kesiapsiagaan kami sinkronkan bersama Kodim 0421/LS, Dinas Kesehatan, BPBD Provinsi, dan unsur maritim. Kami memperkuat sosialisasi bahaya abu vulkanik, mengecek rute dan rambu evakuasi, serta mengontrol kesiapan logistik dan fasilitas kesehatan. Dinas Kesehatan telah menyiagakan masker medis, KN95, masker kain, hingga oksigen konsentrator dan ambulans. Prioritas kami adalah melindungi kelompok rentan — anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan — serta memastikan tidak ada nelayan atau warga yang beraktivitas di zona berbahaya."
Sebagai bentuk kesiapsiagaan terpadu di Kabupaten Lampung Selatan, langkah-langkah penanganan di lapangan meliputi:
- Monitoring Kontinu: Pemantauan berkala terhadap aktivitas GAK, pergerakan angin/abu vulkanik, cuaca, gelombang laut Selat Sunda, serta pergerakan kapal/nelayan pesisir.
- Sosialisasi Masif: Mengedukasi warga mengenai bahaya abu vulkanik, zona larangan 3 km, serta rute dan titik kumpul evakuasi dengan memanfaatkan sarana ibadah, sekolah, pasar, dan pusat keramaian.
- Kesiapan Evakuasi: Pengecekan fungsionalitas rambu evakuasi, pengujian EWS, dan pembekalan mekanisme evakuasi kepada personel Babinsa dan tim kewilayahan.
- Komunikasi Resmi Satu Pintu: Seluruh informasi kedaruratan terpusat di Pusdalops BPBD untuk menjamin keakuratan data dan mencegah simpang siur di tengah masyarakat.
Imbauan Panduan Kesiapsiagaan Bagi Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk mematuhi petunjuk keselamatan berikut:
- Rekomendasi Radius Aman: Dilarang keras mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.
-
Perlindungan Terhadap Abu Vulkanik:
- Wajib menggunakan masker (bedah/KN95) saat beraktivitas di luar rumah.
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila konsentrasi abu meningkat.
- Menutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi rumah.
- Tidak menyapu abu secara kering, melainkan menyiramnya dengan air agar abu tidak kembali beterbangan.
- Segera mendatangi puskesmas/fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami iritasi mata, kulit, atau gangguan pernapasan.
- Menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, dan pasokan darurat.
-
Kewaspadaan Pesisir & Laut:
- Memperhatikan peningkatan gelombang Selat Sunda (3,0–3,4 meter) dan menunda aktivitas melaut saat cuaca buruk.
- Memahami jalur evakuasi tsunami terdekat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
PUSDALOPS PB BPBD KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Alamat: Jl. Stadion Jati Rukun No. 16, Way Lubuk, Kalianda
Kontak Darurat: 0823-5892-4600
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan!