Detail Berita

BPBD LAMPUNG SELATAN TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN HADAPI DYNAMIKA ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU.

Pencegahan & Kesiapsiagaan
Sebaran abu vulkanik pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut yang melingkupi wilayah Lampung.

BPBD LAMPUNG SELATAN TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN HADAPI DYNAMIKA ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU.


BPBD LAMPUNG SELATAN TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN HADAPI DYNAMIKA ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU

​​KALIANDA, 6 September 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mengintensifkan pengawasan terpadu 24 jam penuh menyusul dinamika erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda yang masih menunjukkan tingkat aktivitas pada Level III (Siaga).

1. Kronologi Aktivitas dan Kegempaan Gunung Anak Krakatau

​Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Anak Krakatau:

  • Periode 5 September 2026 (18:00–24:00 WIB): Cuaca berawan dan mendung dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut (suhu 27,2–27,8 °C; kelembaban 69–73%). Secara visual, gunung berkabut 0–III dan asap kawah tidak teramati, namun terpantau sinar api dari Pos Pengamatan GAK Pasauran, serta CCTV visual di lapangan dalam kondisi off. Kegempaan didominasi oleh 1 kejadian Letusan dengan amplitudo 70 mm dan durasi sangat panjang yaitu 21.600 detik (6 jam).
  • Keterangan Lain Periode Ini: GAK mengalami erupsi menerus (lava fountain atau lava air mancur) yang berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23:07 WIB hingga akhirnya resmi berhenti pada 6 September 2026 pukul 00:04 WIB. Suara dentuman dan gemuruh juga sempat terdengar jelas dari Pos GAK Pasauran.
  • Periode 6 September 2026 (00:00–06:00 WIB): Cuaca berawan-mendung dengan angin ke arah barat laut (suhu 26–27 °C; kelembaban 78–80%). Kegempaan pasca-erupsi menerus yang terekam meliputi:
    • ​Letusan: 1 kejadian (Amplitudo 46 mm, Durasi 30 detik)
    • ​Hembusan: 2 kejadian (Amplitudo 25–34 mm, Durasi 38–47 detik)
    • ​Low Frekuensi: 14 kejadian (Amplitudo 25–36 mm, Durasi 4–15 detik)
    • ​Hybrid/Fase Banyak: 9 kejadian (Amplitudo 12–34 mm, S-P 0 detik, Durasi 5–22 detik)
    • ​Vulkanik Dangkal: 1 kejadian (Amplitudo 14 mm, Durasi 13 detik)
    • ​Tremor Menerus (Microtremor): Terekam dengan amplitudo 8–45 mm (dominan 15 mm).
  • Erupsi Pagi Hari (6 September 2026):
    • ​Pukul 03:53 WIB: Terjadi erupsi susulan (tinggi kolom abu tidak teramati, status erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat).
    • ​Pukul 07:10 WIB: Terjadi erupsi susulan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi ±16 detik.

2. Analisis Sebaran Abu Vulkanik (BMKG, PVMBG & VAAC Darwin)

​Berdasarkan pemantauan citra satelit RGB Himawari-9, VAAC Darwin, serta laporan resmi BMKG per pukul 09.00 WIB:

  • ​Identifikasi dua klaster utama sebaran abu vulkanik:
    1. Permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki (ft): Bergerak ke arah Timur Laut – Selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan sekitarnya.
    2. Permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki (ft): Bergerak ke arah Barat Daya – Barat Laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudera Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.
  • Fenomena Sekunder: BMKG merekam adanya gangguan geomagnetik dan peningkatan sambaran petir vulkanik di wilayah Lampung Selatan dan Serang dalam rentang waktu 12 jam terakhir, meski intensitasnya tidak sebesar letusan awal.
  • Dampak Sektor Penerbangan: Berdasarkan NOTAM (Notice to Airmen) Perum LPPNPI/AirNav, diberlakukan penutupan sementara operasional sejumlah bandar udara—termasuk Bandar Udara Radin Inten II, Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Budiarto—demi menjamin keselamatan navigasi udara dari sebaran debu vulkanik yang terpantau bergerak hingga ketinggian 50.000 kaki.

3. Kondisi Perairan Selat Sunda & Potensi Tsunami

​Berdasarkan pemantauan 20 sensor tsunami gauge dan analisis teknologi High-Frequency (HF) Radar Array di Carita serta Tanjung Lesung hingga pukul 07:00 WIB, tidak ditemukan adanya anomali muka air laut. Probabilitas tsunami berada di tingkat rendah (di bawah 40 persen) dengan tinggi gelombang laut yang terjaga aman di kisaran satu meter.

​​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, S.H.: ​"Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, khususnya para nelayan, wisatawan, dan warga yang bermukim di sepanjang pesisir dari Kecamatan Rajabasa hingga Katibung, untuk tetap tenang, tidak panik, namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan instrumen resmi BMKG, kondisi muka air laut terpantau normal tanpa anomali dan probabilitas tsunami berada di tingkat yang sangat rendah dengan gelombang relatif aman. Kami meminta masyarakat untuk menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks. Pusdalops PB dan Tim Reaksi Cepat BPBD Lampung Selatan siaga penuh 24 jam."

    ​"Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, khususnya para nelayan, wisatawan, dan warga yang bermukim di sepanjang pesisir dari Kecamatan Rajabasa hingga Katibung, untuk tetap tenang, tidak panik, namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan instrumen resmi BMKG, kondisi muka air laut terpantau normal tanpa anomali dan probabilitas tsunami berada di tingkat yang sangat rendah dengan gelombang relatif aman. Kami meminta masyarakat untuk menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks. Pusdalops PB dan Tim Reaksi Cepat BPBD Lampung Selatan siaga penuh 24 jam."


    • Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M.: ​"Mengingat wilayah Lampung masuk ke dalam jalur sebaran abu vulkanik lapis atas berdasarkan pemantauan satelit Himawari-9, kami mengimbau warga di daerah terdampak untuk meningkatkan perlindungan kesehatan secara mandiri. Kurangi aktivitas di luar ruangan (outdoor), gunakan masker standar, dan lindungi mata dari iritasi akibat paparan debu vulkanik (ashfall). Selain itu, kami kembali menegaskan rekomendasi mutlak dari PVMBG: Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif."
    • ​"Mengingat wilayah Lampung masuk ke dalam jalur sebaran abu vulkanik lapis atas berdasarkan pemantauan satelit Himawari-9, kami mengimbau warga di daerah terdampak untuk meningkatkan perlindungan kesehatan secara mandiri. Kurangi aktivitas di luar ruangan (outdoor), gunakan masker standar, dan lindungi mata dari iritasi akibat paparan debu vulkanik (ashfall). Selain itu, kami kembali menegaskan rekomendasi mutlak dari PVMBG: Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif."


      Rekomendasi & Kontak Darurat:

      1. ​Patuhi zona larangan radius 3 km dari kawah aktif GAK.
      2. ​Gunakan pelindung diri (masker dan kacamata) jika terpapar abu vulkanik di daratan.
      3. ​Selalu memantau informasi resmi dari BPBD Lampung Selatan, PVMBG, dan BMKG.

      Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lampung Selatan siap melayani pelaporan darurat 24 jam di nomor 0823-5892-4600.

      Dikeluarkan oleh:

      Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan / Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lampung Selatan

Call Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Hubungi kami untuk pelaporan atau informasi
ERWAN FATRIANSYAH, S.E., M.M
Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan 081369644442
NURMA SURI, SE
Plt. Kabid Kedaruratan & Logistik 082358924600
WAHYUDI PRAMONO, S.T., M.T
Kabid Rehabilitasi & Rekonstruksi 081373040622