BPBD Lampung Selatan, Tim SAR, dan Tim Gabungan Lainnya Berhasil Temukan Korban Hanyut di Sungai Desa Kaliasin
BPBD Lampung Selatan, Tim SAR, dan Tim Gabungan Lainnya Berhasil Temukan Korban Hanyut di Sungai Desa Kaliasin
LAMPUNG SELATAN – Setelah menjalani pencarian selama kurang lebih 42 jam, korban hanyut di aliran sungai Dusun Jati Rahayu, Desa Kaliasin, Kecamatan Tanjung Bintang, akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 11.50 WIB dalam keadaan meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Diki Cahyana, warga Dusun Jati Rahayu, RT 05/RW 005, Desa Kaliasin, Kecamatan Tanjung Bintang. Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kaliasin untuk dilakukan proses autopsi lebih lanjut.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada hari Jumat, 6 Maret 2026, sekitar pukul 18.00 WIB atau menjelang waktu Maghrib. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari saksi di lokasi, korban bersama rekan-rekannya sedang mencari ikan di pinggir sungai wilayah Dusun Jati Rahayu.
Saat sedang beraktivitas di tepian sungai, korban diduga terpeleset dan jatuh ke dalam sungai. Meskipun sempat berusaha menyelamatkan diri dengan menggapai rumput di tepian, namun derasnya arus sungai akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut mengakibatkan korban terlepas dan hanyut terbawa arus.
Kondisi menjelang malam hari dengan pencahayaan yang minim serta arus sungai yang masih sangat deras menyulitkan upaya pertolongan awal yang dilakukan oleh rekan-rekan korban yang berada di lokasi.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Mendapat laporan kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Lampung Selatan, Basarnas, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Posko Tanjung Bintang, Satpol PP Kecamatan Tanjung Bintang, serta perangkat Desa Kaliasin segera dikerahkan ke lokasi kejadian.
Pada tahap awal pencarian, tim bersama warga setempat melakukan penyisiran aliran sungai secara gotong royong dengan menggunakan peralatan seadanya, sembari menunggu peralatan teknis dari tim SAR. Koordinasi dengan Pusdalops BPBD Kabupaten Lampung Selatan juga dilakukan untuk meminta dukungan personel dan peralatan tambahan.
Proses pencarian menghadapi berbagai kendala, antara lain kondisi malam hari yang gelap serta arus sungai yang masih sangat deras akibat hujan lebat. Hal ini menyulitkan visualisasi serta pergerakan tim pencari di dalam air. Selain itu, medan tepian sungai yang licin juga meningkatkan risiko keselamatan bagi tim pencari.



Setelah upaya pencarian dilakukan selama kurang lebih 42 jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 11.50 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Penemuan korban membawa duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Data Korban
Korban dalam peristiwa ini adalah Diki Cahyana, seorang warga Dusun Jati Rahayu, RT 05/RW 005, Desa Kaliasin, Kecamatan Tanjung Bintang. Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026 pukul 18.00 WIB, dan korban dinyatakan hanyut terbawa arus sungai. Setelah dilakukan pencarian intensif selama kurang lebih 42 jam, korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Sabtu, 7 Maret 2026 sekitar pukul 11.50 WIB di aliran sungai Dusun Jati Rahayu, Desa Kaliasin, dalam keadaan meninggal dunia.
Pernyataan Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan
Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, S.H. , menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban serta mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam operasi pencarian.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Diki Cahyana. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan," ujar Maturidi.
Ia juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim gabungan yang telah bekerja tanpa kenal lelah.
"Kami mengapresiasi kerja keras dan dedikasi tinggi dari tim BPBD, Basarnas, Damkar, Satpol PP, perangkat desa, serta warga masyarakat yang telah bahu-membahu dalam proses pencarian sejak Jumat malam hingga korban ditemukan. Sinergi dan gotong royong yang ditunjukkan sangat luar biasa," tambahnya.
Ucapan Terima Kasih dari Plt. Kabid Kedaruratan dan Logistik
Sementara itu, Plt. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lampung Selatan, Nurma Suri, S.E. , menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lampung Selatan serta seluruh tim gabungan yang telah bekerja keras dalam proses evakuasi korban.
"Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Tim TRC BPBD Lampung Selatan, Basarnas, Damkar, Satpol PP, perangkat desa, dan seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong melakukan pencarian dan evakuasi sejak Jumat malam hingga korban ditemukan. Kerja keras, dedikasi, dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu patut kita apresiasi setinggi-tingginya," ujar Nurma Suri.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan proses evakuasi ini tidak terlepas dari koordinasi yang baik dan sinergi yang solid antar instansi dan masyarakat.
"Ini adalah bukti bahwa dengan kebersamaan dan koordinasi yang baik, kita dapat mengatasi berbagai tantangan di lapangan. Sekali lagi, terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga dedikasi dan pengabdian saudara-saudara sekalian menjadi amal ibadah dan mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT," tutup Nurma Suri.
Imbauan Keselamatan
Menyikapi kejadian ini, Maturidi mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama pada musim penghujan.
"Kepada seluruh masyarakat, kami imbau untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai. Terutama ketika curah hujan tinggi, arus sungai dapat meningkat secara tiba-tiba dan membahayakan keselamatan. Hindari beraktivitas di tepi sungai saat kondisi hujan deras atau saat air sungai mulai meninggi," imbaunya.
"Keselamatan adalah yang utama. Jangan sampai musibah seperti ini terulang kembali," tutup Maturidi.
Penutup Operasi
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan evakuasi dinyatakan selesai. Seluruh tim SAR gabungan telah ditarik kembali ke kesatuannya masing-masing. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui BPBD dan instansi terkait akan terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
Humas BPBD Lampung Selatan