BPBD Lampung Selatan Terbitkan Peringatan Dini: Ajak Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Aktivitas Krakatau
BPBD Lampung Selatan Terbitkan Peringatan Dini: Ajak Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Aktivitas Krakatau
LAMPUNG SELATAN – Pada Sabtu (7/3/2026) menjelang malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat. Peringatan dini ini bersifat preventif untuk melindungi keselamatan jiwa dan harta benda di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Di Kecamatan Katibung dan Sidomulyo, risiko banjir meningkat ke level Sedang akibat akumulasi hujan yang terus-menerus. Warga di daerah rendah diminta waspada terhadap potensi genangan, mengingat kelembapan udara mencapai 92 persen.
"Kami memahami kekhawatiran masyarakat saat hujan turun di malam hari. Namun, kami minta Bapak dan Ibu tidak lengah. Pastikan saluran air tidak tersumbat dan segera amankan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi. Kami di BPBD terus memantau cuaca 24 jam agar masyarakat bisa beristirahat dengan rasa aman," ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., merinci potensi ancaman di sejumlah wilayah.
*"Cuaca sedang tidak menentu. Di Raja Basa dan Sragi, angin berembus hingga 21 km/jam. Waspadai pohon besar atau papan reklame saat melintas. Bagi nelayan, mohon bersabar. Gelombang di Selat Sunda mencapai 4 meter dan sangat berbahaya. Utamakan keselamatan,"* jelas Erwan.
Panduan bagi Warga Lampung Selatan:
Malam & Dini Hari: Tetap di rumah, hindari perjalanan jauh saat hujan lebat dan petir.
Katibung & Sidomulyo: Siapkan tas siaga berisi obat-obatan, dokumen, dan pakaian ganti.
Raja Basa & Sragi: Amankan barang-barang di luar rumah yang mudah terbawa angin.
Wilayah Pesisir: Hindari aktivitas melaut dan bermain di bibir pantai.
Layanan Darurat:
Jika terjadi situasi darurat, hubungi Pusdalops PB BPBD Lampung Selatan di:
📞 0823-5892-4600
📍 Gedung Pusdalops, Way Lubuk, Kalianda.
Penyusun Berita: Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan.
Sumber Data: BMKG & PVMBG (MAGMA-VAR).