BPBD LAMPUNG SELATAN PERKUAT SINERGI LINTAS DAERAH PEMATANGAN MITIGASI KRB GUNUNG ANAK KRAKATAU
BPBD LAMPUNG SELATAN PERKUAT SINERGI LINTAS DAERAH PEMATANGAN MITIGASI KRB GUNUNG ANAK KRAKATAU.
BPBD Kabupaten Lampung Selatan memperkuat langkah koordinasi lintas daerah dan instansi teknis guna mematangkan mitigasi bencana geologi Gunung Anak Krakatau (GAK). Langkah ini ditandai dengan kunjungan kerja tim dari Badan Geologi/PVMBG Bandung serta Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau ke Posko BPBD Lampung Selatan.
Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan Forum Komunikasi Publik (FKP) terkait Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Anak Krakatau yang dijadwalkan berlangsung di Serang, Banten. Forum lintas provinsi ini dirancang untuk menyelaraskan persepsi serta menguatkan koordinasi antara pemerintah daerah, akademisi, media, dan masyarakat di wilayah terdampak Selat Sunda.
Penjelasan Rencana Kerja dan Penguatan Layanan Publik dari Tim Teknis
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan tim Badan Geologi Bandung, Setyo Sutriono (Arsiparis Ahli Pertama), memaparkan secara detail maksud kunjungan serta teknis pelaksanaan agenda mendatang:
- Peningkatan Quality Layanan Publik: Kunjungan awal ini ditujukan untuk membuka koordinasi langsung demi memperbaiki dan mengoptimalkan kualitas layanan publik informasi kebencanaan geologi.
- Pelaksanaan Forum Lintas Provinsi: Kegiatan FKP KRB Gunung Anak Krakatau dipusatkan di Serang, Banten, mengingat dampak kewilayahan GAK yang mencakup dua provinsi sekaligus (Lampung dan Banten).
- Penerapan Konsep Pentahelix: Diskusi dirancang berbasis kelompok terarah (focus group) terbatas dengan total 10 hingga 22 peserta untuk menjaga efektivitas komunikasi dua arah. Peserta mencakup 5 elemen utama: Pemerintah Daerah, Media, Masyarakat, Akademisi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
- Implementasi Peta KRB di Lapangan: Forum difokuskan untuk membahas penerjemahan produk hukum/teknis KRB—seperti zona radius bahaya dan sebaran abu vulkanik—agar dapat diimplementasikan secara praktis oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di lapangan.
- Penjaringan Masukan dan Evaluasi: Tim teknis juga akan menyebarkan kuesioner dan membuka sesi masukan langsung dari para pemangku kepentingan daerah guna menyempurnakan produk layanan kebencanaan yang diterbitkan oleh Badan Geologi.
- Dukungan Operasional: Seluruh akomodasi dan fasilitasi keberangkatan peserta yang diinventarisasi oleh BPBD akan ditanggung oleh pihak penyelenggara pusat.
Inovasi Sistem Peringatan Dini dan Pendekatan Pentahelix
Merespons paparan tersebut, jajaran pejabat utama BPBD Kabupaten Lampung Selatan menegaskan kesiapan daerah dalam mendukung kelancaran kegiatan serta menyelaraskan sistem peringatan dini yang sudah berjalan di lapangan.
Pernyataan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, S.H.:
"Kami menyambut baik inisiatif penyelenggaraan Forum Komunikasi Publik ini. Koordinasi berkala dengan para pengamat dan ahli geologi sangat vital untuk menangkal disinformasi atau berita bohong yang sering meresahkan masyarakat pesisir. BPBD Lampung Selatan siap menyaring serta mengirimkan perwakilan terbaik dari unsur teknis, media, maupun lembaga swadaya masyarakat agar forum di Serang melahirkan rekomendasi yang konkret bagi keselamatan warga."
Pernyataan Sekretaris BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Nanang Hadiyatna, S.Kom., M.M.:
"Sinergi antara Pos Pengamatan Krakatau dan Pusdalops BPBD sejauh ini berjalan sangat optimal. Informasi perubahan status maupun aktivitas erupsi dari Pusat Vulkanologi langsung kita olah dan diseminasi secara berjenjang. Kehadiran forum komunikasi publik kelak akan memperkuat legalitas serta efektivitas implementasi zona kawasan rawan bencana di lapangan."
Pernyataan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M.:
"Fokus utama kita pada pencegahan adalah memastikan masyarakat tidak hanya menerima data teknis, tetapi juga memahami tindakan mitigasinya. Saat ini BPBD Lampung Selatan telah mengintegrasikan pemantauan berkala serta pengembangan sistem komunikasi peringatan dini digital berbasis AI untuk mempercepat alur informasi dari Pos Pengamatan GAK ke masyarakat. Kami pastikan kesiapan data pendukung dari Lampung Selatan sebelum pelaksanaan kegiatan FKP tersebut."
Pernyataan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Nurmasuri, S.E.:
"Pengalaman penanganan darurat pasca-tsunami Selat Sunda menjadi pelajaran berharga bahwa respons cepat bergantung pada kesiapsiagaan logistik dan kejelasan alur informasi. Kami mendukung penuh penyelarasan peta KRB terbaru agar titik-titik evakuasi serta skenario kontinjensi di wilayah pesisir Rajabasa dan sekitarnya tetap terpantau akurat."
Pejabat teknis dan perwakilan yang hadir dalam koordinasi persiapan FKP Kawasan Rawan Bencana GAK:
Melalui koordinasi intensif ini, BPBD Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas informasi serta meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan daerah dalam mengantisipasi dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Melalui koordinasi intensif ini, BPBD Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas informasi serta meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan daerah dalam mengantisipasi dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau.
|
No. |
Nama |
Jabatan / Instansi |
|---|---|---|
|
1 |
Andi Suardi |
Pengamat Gunungapi Penyelia (Pos Pengamatan GAK) |
|
2 |
Setyo Sutriono |
Arsiparis Ahli Pertama (Badan Geologi) |
|
3 |
Fitra Qosti Adinata |
Pranata SDM Terampil (Badan Geologi) |
|
4 |
Dedi |
Pranata SDM Terampil (Badan Geologi) |