Detail Berita

BPBD Lampung Selatan Pantau Gunung Anak Krakatau.

Pencegahan & Kesiapsiagaan
BPBD menyarankan masyarakat menyiapkan masker untuk melindungi saluran pernapasan saat terjadi hujan abu.

BPBD Lampung Selatan Pantau Gunung Anak Krakatau.


BPBD Lampung Selatan Pantau Gunung Anak Krakatau: Status Siaga, Masyarakat Dimbau Tenang

KALIANDA, BPBD LAMSIL — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terkait dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan evaluasi resmi Badan Geologi Kementerian ESDM per 9 September 2026, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga).

​Hasil pengamatan instrumental mencatat episode erupsi menerus yang sempat berlangsung 25 jam sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB telah berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Namun, pasca-erupsi menerus tersebut, tercatat 12 kali erupsi Strombolian hingga 9 September 2026 pukul 06.00 WIB.

​Rekap kegempaan menunjukkan terekamnya enam kali gempa Erupsi, satu kali gempa Hembusan, 50 kali gempa Low Frequency, 77 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, gempa Tremor Menerus, serta gempa Vulkanik Dangkal dan Dalam. Secara umum, grafik energi RSAM dan data tiltmeter menunjukkan kondisi fluktuatif di energi rendah dengan pola cenderung mendatar.

​​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, S.H.:

"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau dan PVMBG Badan Geologi. Kami mengimbau warga di sepanjang pesisir Lampung Selatan untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu liar atau hoaks, terutama rumor yang menyebutkan bahwa erupsi saat ini langsung menyebabkan tsunami. Beraktivitaslah seperti biasa, namun tetap ikuti perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan oleh BPBD dan lembaga berwenang."


Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M.:

"Berdasarkan data teknis, bahaya utama saat ini berada di area pulau gunung api itu sendiri. Potensi ancaman bahaya yang perlu diwaspadai adalah lontaran batu pijar, hujan abu lebat, awan panas, serta potensi aliran lava jika erupsi menerus terjadi lagi. Oleh karena itu, radius aman adalah 3 kilometer dari kawah aktif. Untuk kawasan pesisir permukiman, ancaman terdampak yang paling memungkinkan adalah sebaran abu vulkanik. Kami menyarankan masyarakat menyiapkan masker untuk melindungi saluran pernapasan saat terjadi hujan abu."


Potensi Ancaman Bahaya dan Rekomendasi Resmi

​Sesuai pemetaan Kawasan Rawan Bencana (KRB), rekomendasi keselamatan yang wajib dipatuhi meliputi:

  1. Radius Steril 3 Km: Wisatawan, nelayan, maupun masyarakat dilarang keras memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari pusat kawah aktif Gunung Anak Krakatau (Level III / Siaga).

  1. Antisipasi Abu Vulkanik: Masyarakat yang wilayahnya terdampak abu diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan wajib menggunakan masker.

  1. Waspada Hoaks Tsunami: Warga pesisir pantai Lampung dan Banten diminta tenang dan tidak memercayai isu tsunami yang tidak bersumber dari BMKG/BPBD.

Pusat Informasi & Kontak Darurat

​Masyarakat dapat memantau pergerakan aktivitas vulkanik secara berkala melalui platform resmi PVMBG, MAGMA Indonesia, atau menghubungi layanan siaga BPBD Lampung Selatan:

  • Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan — Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lampung Selatan
  • Alamat: Jl. Stadion Jati Rukun No. 16, Way Lubuk, Kalianda
  • Kontak Darurat (Call Center/WA): 0823-5892-4600
Call Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Hubungi kami untuk pelaporan atau informasi
ERWAN FATRIANSYAH, S.E., M.M
Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan 081369644442
NURMA SURI, SE
Plt. Kabid Kedaruratan & Logistik 082358924600
WAHYUDI PRAMONO, S.T., M.T
Kabid Rehabilitasi & Rekonstruksi 081373040622