BPBD Lampung Selatan Gelar Rapat Puncak Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
BPBD Lampung Selatan Gelar Rapat Puncak Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Libatkan Seluruh Pilar Penting Daerah
Lampung Selatan, 29 Januari 2026 – Menjelang periode puncak ancaman bencana terkait cuaca, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Puncak Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi. Rapat yang bersifat strategis dan mendesak ini diadakan di Ruang Rapat Pusdalops BPBD setempat, dan dipimpin secara langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, S.H.


Pertemuan besar ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang holistik dan responsif. Dengan mengerahkan seluruh pilar penting, rapat sukses dihadiri oleh perwakilan dari 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) inti, seluruh 17 Kecamatan sebagai ujung tombak di lapangan, serta jaringan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah O2 Lampung Selatan sebagai garda terdepan komunikasi alternatif. Kehadiran massif ini menunjukkan keseriusan daerah dalam menyelamatkan jiwa dan aset masyarakat dari ancaman banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang tinggi.
"Kita tidak boleh lagi bekerja sendiri-sendiri. Ancaman hidrometeorologi membutuhkan respons kolektif yang cepat, tepat, dan terukur. Rapat hari ini adalah momentum untuk menyatukan komando, memperjelas tugas masing-masing instansi, dan memastikan bahwa tidak ada satupun titik rawan yang terlewat dari pantauan dan rencana penyelamatan kita," tegas Maturidi dalam arahan pembukaannya dengan penuh semangat.
Agenda rapat berfokus pada evaluasi kesiapan operasional, penyusunan skenario terburuk (worst-case scenario), penjajakan ketersediaan logistik dan peralatan darurat di semua tingkatan, serta yang terpenting, penguatan dan uji coba alur komunikasi multi-saluran. Peran RAPI sebagai backbone komunikasi ketika jaringan seluler dan listrik padat atau terputus mendapat perhatian khusus, mengingat pengalaman di masa lalu bahwa informasi adalah nyawa dalam situasi darurat.
Berikut daftar instansi kunci yang diundang dalam rapat puncak koordinasi ini:
Komando Distrik Militer (Kodim) 0421
Kepolisian Resor (Polres)
Inspektorat Kabupaten
Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP)
Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim)
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
Dinas Kesehatan (Dinkes)
Dinas Pendidikan
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)
Dinas Sosial (Dinsos)
Dinas Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran (Damkar)
Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang
Seluruh 17 Kecamatan se-Lampung Selatan
Jaringan RAPI Wilayah O2
Diharapkan, dari pertemuan intensif ini lahir sebuah blueprint atau cetak biru penanganan darurat bencana hidrometeorologi yang lebih matang, disertai dengan komitmen politik dan operasional yang kuat dari setiap pimpinan instansi. Dengan koordinasi yang diperkuat, kesigapan Lampung Selatan dalam menghadapi tantangan alam di masa mendatang diyakini akan meningkat signifikan, sehingga dapat meminimalkan korban jiwa dan kerugian materiil.
Sumber: Humas BPBD Lampung Selatan