BPBD Lampung Selatan Gelar Diskusi Strategis Implementasi Sistem PUSPA AI di Bandar Lampung
BPBD Lampung Selatan Gelar Diskusi Strategis Implementasi Sistem PUSPA AI di Bandar Lampung
Lampung Selatan, 15 Januari 2026 – Membangun ketangguhan daerah dalam menghadapi ancaman bencana memerlukan langkah progresif dan adaptasi terhadap kemajuan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melakukan lompatan strategis dengan menggelar kunjungan kerja sekaligus lokakarya intensif ke BPBD Provinsi Lampung pada Kamis, 15 Januari 2026. Bertempat di ruang komando Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) PB Provinsi Lampung di Bandar Lampung, kegiatan ini secara khusus berfokus pada pendalaman teknis dan sinergi operasional dalam mengimplementasikan Sistem Informasi dan Pelaporan PUSPA AI – sebuah terobosan digital yang difungsikan sebagai kanal pelaporan langsung (real-time) dari setiap insiden kebencanaan di wilayah Lampung Selatan menuju pusat kendali bencana tingkat provinsi.
Inisiatif ini merefleksikan visi ke depan BPBD Lampung Selatan dalam mengakselerasi transformasi digital sektor penanggulangan bencana. Dengan mengintegrasikan teknologi mutakhir ke dalam kerangka kerja operasional, sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi atas kendala klasik seperti birokrasi yang berbelit, keterlambatan penyampaian informasi, dan disparitas data di lapangan. PUSPA AI diproyeksikan bukan hanya sebagai alat pelaporan, melainkan sebagai tulang punggung sistem komunikasi data kebencanaan yang mampu menghubungkan titik-titik respons dari tingkat tapak hingga level pengambil kebijakan dengan akurasi, kecepatan, dan keandalan yang tinggi.


Pada sesi utama lokakarya, Fares, Administrator Sistem PUSPA AI Pusdalops PB Provinsi Lampung, hadir sebagai narasumber kunci yang membeberkan detail filosofi dan mekanisme kerja platform ini. Dengan penuh antusiasme, ia menjelaskan bahwa PUSPA AI merupakan hasil karya anak bangsa, dikembangkan secara mandiri oleh tim ahli BPBD Provinsi Lampung dan dioperasikan secara profesional di bawah kendali Pusdalops.
“PUSPA AI adalah wujud nyata dari pemanfaatan teknologi untuk kemanusiaan dan keselamatan publik. Sistem ini kami desain sebagai sebuah arsitektur pelaporan terpadu yang mengadopsi teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) untuk mengonsolidasikan arus informasi dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung secara langsung ke pusat komando BPBD Provinsi. Inti dari inovasi ini adalah mempercepat secara signifikan proses pelaporan bencana, mengonversi setiap detik yang sebelumnya terpotong oleh prosedur manual menjadi momentum penyelamatan yang lebih efektif dan terukur,” tegas Fares dalam paparannya yang mendalam.
Kehadiran delegasi BPBD Lampung Selatan dalam forum ini menunjukkan keseriusan institusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Delegasi terdiri dari personel inti yang akan menjadi penggerak utama sistem di lapangan:
ERWAN FATRIANSYAH, S.E., M.M., selaku Kepala Bidang Pencegahan & Kesiapsiagaan, yang memimpin rombongan;
NURMA SURI, SE, selaku Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedaruratan & Logistik;
NAHWAN, selaku Operator Layanan Operasional yang akan berperan sebagai first responder dalam input data insiden;
SALFIAH INDRIANI, A.Md, selaku Pengelola Layanan Operasional yang bertanggung jawab menjaga integritas dan konsistensi data;
ALFINI DESWIANTY, SE, selaku Pelaksana; dan
RAHMA AZIZAH, selaku Pelaksana.
Lokakarya dirancang secara komprehensif dan partisipatif, mencakup serangkaian aktivitas seperti demonstrasi langsung sistem, simulasi pelaporan dalam berbagai skenario bencana (seperti banjir bandang, tanah longsor, dan kebakaran hutan), serta sesi tanya jawab mendalam mengenai aspek teknis seperti manajemen database, keamanan informasi, validasi otomatis oleh AI, dan protokol koordinasi untuk situasi darurat skala besar. Tim Lampung Selatan secara proaktif terlibat, menguji coba fitur-fitur utama, serta menyampaikan masukan kontekstual berdasarkan karakteristik geografis dan kerentanan bencana di wilayah mereka.
Merespon dinamika lokakarya, Erwan Fathriansyah, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan optimisme yang tinggi. “Pertemuan hari ini adalah fondasi bagi sebuah perubahan paradigma. PUSPA AI menghadirkan kapasitas baru bagi kami di daerah untuk tidak hanya sekadar melaporkan, tetapi juga mengelola informasi bencana secara cerdas. Sistem ini mentransformasi data spasial, temporal, dan kuantitatif dari lapangan menjadi insight yang actionable bagi pimpinan di tingkat provinsi. Dalam konteks tanggap darurat, kecepatan dan ketepatan informasi adalah modal utama yang menentukan kesuksesan operasi. Oleh karena itu, adopsi PUSPA AI adalah sebuah keharusan strategis untuk membangun tata kelola bencana yang lebih resilient, akuntabel, dan berpihak pada masyarakat,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa upaya ini merupakan bagian integral dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Lampung Selatan yang tangguh dan berdaya adaptif terhadap perubahan iklim dan ancaman bencana. Sinergi melalui platform digital seperti PUSPA AI akan memperkaya basis data kebencanaan, memperkuat kapasitas prediktif, dan pada akhirnya meningkatkan efektivitas program mitigasi, kesiapsiagaan, dan pemulihan pascabencana.
Sebagai tindak lanjut, rencana pelatihan berjenjang dan pendampingan teknis akan segera dijalankan untuk memastikan proses transisi dan operasionalisasi sistem berjalan optimal. Kunjungan kerja ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penanda dimulainya babak baru dalam sejarah penanggulangan bencana di Lampung Selatan sebuah era di mana inovasi teknologi dan kolaborasi data menjadi senjata ampuh dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan hidup masyarakat.
Sumber: Humas BPBD Lampung Selatan