Detail Berita

BPBD Lampung Selatan Buka Simulasi Gempa dan Tsunami di Desa Maja

Pencegahan & Kesiapsiagaan
Simulasi Gempa dan Tsunami
Simulasi Gempa dan Tsunami

BPBD Lampung Selatan Buka Simulasi Gempa dan Tsunami di Desa Maja


BPBD Lampung Selatan Buka Simulasi Gempa dan Tsunami di Desa Maja

Lampung Selatan, 31 Maret 2026 – Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, S.H, menghadiri sekaligus membuka kegiatan simulasi bencana gempa bumi berpotensi tsunami yang dilaksanakan di Desa Maja, Kecamatan Kalianda.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Mitra Bentala ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah pesisir Lampung Selatan yang memiliki kerentanan terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami.

Simulasi yang berlangsung di kawasan Pantai Desa Maja tersebut diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari masyarakat setempat, relawan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lampung Selatan, serta Destana (Desa Tangguh Bencana) Desa Maja. Selain itu, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh unsur TNI dan pihak terkait lainnya yang berperan dalam penanggulangan bencana.

Dari BPBD Lampung Selatan, turut hadir sebagai perwakilan peserta yaitu Rommi Rohiyin, S.Sos selaku Penata Layanan Operasional BPBD Lampung Selatan, serta Anda Mirza selaku Operator Layanan Operasional BPBD Lampung Selatan yang ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan simulasi tersebut.


Dalam sambutannya, Maturidi, S.H menyampaikan bahwa kegiatan simulasi ini sangat penting sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat. Ia menekankan bahwa penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung langkah-langkah evakuasi secara cepat dan tepat ketika terjadi bencana,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Mitra Bentala, BPBD, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Dalam simulasi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tanda-tanda awal terjadinya gempa bumi dan potensi tsunami, sistem peringatan dini, serta jalur dan titik kumpul evakuasi yang aman. Kegiatan juga dilengkapi dengan praktik lapangan, di mana peserta secara langsung melakukan evakuasi menuju lokasi yang telah ditentukan sesuai dengan prosedur standar penanganan bencana.

Selain itu, skenario simulasi juga menggambarkan kondisi darurat secara realistis, mulai dari terjadinya guncangan gempa, proses penyampaian informasi peringatan dini, hingga proses evakuasi masyarakat menuju titik aman. Hal ini bertujuan agar peserta memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi situasi darurat sehingga tidak panik dan dapat bertindak cepat serta tepat.

Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi bagi seluruh pihak terkait, khususnya dalam menguji kesiapan sarana dan prasarana pendukung, jalur evakuasi, serta koordinasi antarinstansi di lapangan. Dengan adanya evaluasi tersebut, diharapkan ke depan penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih optimal dan terkoordinasi.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga memperkuat peran Destana Desa Maja sebagai garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat desa. Dengan adanya keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan terbentuk sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan dan mampu berjalan secara mandiri.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, yang menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar. Partisipasi aktif dari berbagai unsur ini menjadi indikator positif dalam upaya membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkala di wilayah lain di Kabupaten Lampung Selatan, terutama di daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi, sehingga kesiapsiagaan masyarakat dapat terus ditingkatkan secara merata.

BPBD Lampung Selatan terus berkomitmen untuk memperkuat upaya mitigasi bencana melalui edukasi, pelatihan, dan simulasi secara berkelanjutan, guna mewujudkan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan siap siaga dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Lampung Selatan.

Sumber: Humas BPBD Lampung Selatan

Call Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Hubungi kami untuk pelaporan atau informasi
MATURIDI, S.H
Kepala Pelaksana 085269079984
ERWAN FATRIANSYAH, S.E., M.M
Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan 081369644442
NURMA SURI, SE
Plt. Kabid Kedaruratan & Logistik 082358924600
WAHYUDI PRAMONO, S.T., M.T
Kabid Rehabilitasi & Rekonstruksi 081373040622