Antisipasi Potensi Longsor di Kawasan Perbukitan, BPBD Lampung Selatan Terima Konsultasi Mitigasi Pengembang Perumahan dan Ponpes
Antisipasi Potensi Longsor di Kawasan Perbukitan, BPBD Lampung Selatan Terima Konsultasi Mitigasi Pengembang Perumahan dan Ponpes
LAMPUNG SELATAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan menerima kunjungan konsultasi dari pihak pengembang Perumahan Griya Cemerlang dan perwakilan Pondok Pesantren (Ponpes) Yayasan Saripudin Umar terkait koordinasi mitigasi bencana di kawasan Gunung Langgar, Desa Sabah Balau, Kamis (12/2).
Pertemuan ini diinisiasi untuk mencari solusi teknis terkait kondisi geografis lahan yang cukup terjal dan berbatasan langsung antara area pemukiman dengan pondok pesantren. Mengingat lokasi tersebut merupakan bekas area tambang yang kini telah berkembang menjadi kawasan padat penduduk, kekhawatiran mengenai ancaman tanah longsor dan likuifaksi saat intensitas hujan tinggi menjadi fokus utama pembahasan.


Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak pengembang dan institusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai benteng utama pertahanan bencana.
"Secara teknis, wilayah tersebut memiliki karakteristik tanah merah yang rawan bergerak jika tidak ada pengikat. Kami sangat menekankan agar ruang terbuka hijau di titik perbatasan perumahan dan pondok pesantren ditanami pohon-pohon besar berakar kuat untuk mengikat struktur tanah. Jangan sampai kita membangun fasilitas umum demi niat baik pendidikan, namun mengabaikan dampak lingkungan yang justru bisa membahayakan jiwa di masa depan," ujar Erwan.
Lebih lanjut, Erwan menjelaskan bahwa mitigasi tidak hanya soal fisik bangunan seperti pondasi atau sistem trap (terasering), tetapi juga mengenai kesiapan mental dan administrasi. Ia meminta pihak pemohon untuk segera melengkapi dokumen data visual, peta lokasi, serta jalur evakuasi untuk dilakukan analisis lebih mendalam oleh tim ahli BPBD.
"Kami di BPBD bergerak pada ranah kajian potensi risiko bencana. Kami menghimbau masyarakat dan pihak terkait untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda alam, seperti retakan tanah sekecil apa pun pasca hujan deras. Kami juga mengajak pihak pondok pesantren untuk proaktif dalam memantau peringatan dini (early warning system) melalui kanal resmi BMKG maupun Pusdalops BPBD Lampung Selatan agar langkah antisipasi bisa dilakukan lebih cepat," tambahnya.
Pihak pengembang dan yayasan menyatakan kesiapannya untuk mengikuti arahan teknis dari BPBD dan akan segera menyerahkan kelengkapan dokumen sebagai dasar pelaksanaan survei lokasi secara formal dalam waktu dekat.
Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lampung Selatan
Informasi & Laporan Kebencanaan: Command Center Lampung Selatan