Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Lamsel Siagakan Personel.
BPBD Lampung Selatan Siaga, 17 Desa di Kecamatan Natar dan Jati Agung Masuk Zona Waspada Banjir
LAMPUNG SELATAN, 22 Februari 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mengeluarkan peringatan dini (early warning) terkait potensi bencana banjir dan cuaca ekstrem.
Berdasarkan laporan periodik Pusdalops pukul 16.00 WIB hingga 08.00 WIB, status Siaga Hidrometeorologi ditetapkan untuk seluruh wilayah kabupaten.
Analisis Risiko dan Peringatan Dini
Prakiraan cuaca dari BMKG Lampung menunjukkan kondisi atmosfer yang labil di wilayah Lampung Selatan. Suhu udara tercatat berada pada rentang 23,0 °C hingga 31,0 °C dengan tingkat kelembapan yang sangat tinggi, yakni 56% hingga 98%. Pergerakan angin dari arah Barat - Utara mencapai kecepatan 5 – 20 knots (9 – 37 km/jam).
BPBD mengidentifikasi risiko banjir tingkat Sedang (Orange) di dua kecamatan utama berdasarkan akumulasi curah hujan:
Kecamatan Jati Agung: Desa Karang Rejo dengan akumulasi hujan ±12 mm dan kelembapan 94%.
Kecamatan Natar: Sebanyak 16 desa masuk dalam zona peringatan, di antaranya:
Desa Bandarejo, Purwosari, Rulung Helok, Rulung Mulya, Rulung Raya, Rulung Sari (Hujan ±13 mm, Kelembapan 93%).
Desa Banjar Negeri dan Haduyang (Hujan ±13 mm, Kelembapan 94%).
Desa Branti Raya, Bumi Sari, Candi Mas, Muara Putih (Hujan ±11 mm, Kelembapan 94%).
Desa Mandah, Pancasila, Suka Damai, dan Wai Sari (Hujan ±12/13 mm, Kelembapan 93%).
Selain ancaman hidrometeorologi, BPBD terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat ini, GAK berada pada Level II (Waspada). Secara meteorologi, area gunung mengalami hujan dengan volume curah hujan 32,6 mm/hari. Meski ombak laut terpantau tenang hingga sedang, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., menegaskan bahwa seluruh personel Posko Siaga telah disiagakan secara penuh untuk merespons potensi hujan lebat yang diprediksi terjadi pada malam hingga dini hari.
"Data teknis kami menunjukkan tutupan awan di wilayah Natar dan Jati Agung mencapai 91% hingga 92%. Ini menandakan potensi hujan berlanjut sangat besar. Kami telah memetakan desa-desa spesifik mulai dari Karang Rejo di Jati Agung hingga wilayah Rulung dan Branti di Natar sebagai area terdampak risiko sedang banjir," tegas Erwan.
Beliau menambahkan, "Masyarakat diimbau tidak panik namun wajib meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari saat intensitas hujan meningkat. Segera amankan dokumen penting dan hindari area bantaran sungai atau drainase yang rawan meluap. Kami di Pusdalops, bersama tim operator dan operasi, terus melakukan pemantauan di 17 kecamatan untuk memastikan kondisi tetap kondusif."
Terkait kondisi perairan, Erwan juga mengingatkan para nelayan: "Tinggi gelombang di Selat Sunda bagian selatan mencapai 1,25 – 2,5 meter. Dengan kondisi cuaca hujan ringan di laut, kami minta para pelaku pelayaran untuk tetap berhati-hati terhadap gelombang tinggi."
DATA KONTAK DARURAT:
Masyarakat dapat melaporkan kejadian musibah atau mendapatkan informasi terkini melalui:
WhatsApp/Call: 0823-5892-4600
Alamat: Jalan Stadion Jati Rukun No. 16, Way Lubuk, Kalianda.
Media Sosial: @bpbd_lampungselatan (Instagram) / BPBD Lampung Selatan (Facebook).
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.
Laporan ini disusun oleh Tim Analisa & Kaji Cepat Pusdalops BPBD Lampung Selatan.
Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan.
"Waspada Itu Ibadah, Kelengahan Itu Musibah."