Angin Kencang Landa Jati Agung, Rumah Warga Rusak Parah
Angin Kencang Landa Jati Agung, Rumah Warga Rusak Parah
Lampung Selatan, 5 Maret 2026 – Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Dusun Gunung Warung, Desa Karang Sari, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan pada Rabu (4/3/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB itu mengakibatkan kerusakan berat pada salah satu rumah warga.
Rumah milik Ibu Ani Sahana (48 tahun) yang beralamat di RT 001 Dusun Gunung Warung mengalami kerusakan signifikan pada bagian atap. Material atap yang terbuat dari asbes dan kerangka kayu diterbangkan angin kencang hingga menyebabkan sebagian besar atap rumah hilang. Beruntung, saat kejadian rumah dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.


Respons Cepat BPBD
Mendapat laporan adanya kejadian ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, S.H. , langsung memberikan instruksi tegas kepada jajarannya untuk segera melakukan tindakan respons darurat.
"Saya perintahkan kepada Plt. Kabid Kedaruratan dan Logistik untuk segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian. Lakukan evakuasi material yang berpotensi membahayakan keselamatan warga, serta kaji secara cepat kebutuhan mendesak yang diperlukan korban. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kita," tegas Maturidi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis pagi.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Nurma Suri, S.E. , selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lampung Selatan, langsung mengerahkan personel TRC menuju lokasi terdampak.
"Iya, begitu kami menerima laporan dari masyarakat, Pak Kalak langsung menginstruksikan saya untuk segera menerjunkan tim. Tidak ada waktu tunggu, kami langsung gerak cepat. Tim TRC sudah berada di lokasi sejak pagi untuk melakukan evakuasi material bangunan yang berpotensi membahayakan serta melakukan pendataan dampak kerusakan," ujar Nurma Suri saat ditemui di ruang kerjanya.
Lebih lanjut, Nurma menjelaskan bahwa timnya saat ini masih fokus pada proses pembersihan puing-puing dan evakuasi sisa material atap yang berserakan. Ia juga menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak korban menjadi perhatian serius.
"Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, kerugian material ditaksir mencapai Rp20 juta. Kami sedang mengupayakan bantuan logistik dan material bangunan berupa asbes dan kayu balok untuk perbaikan atap rumah Ibu Ani Sahana. Kondisi cuaca yang masih berawan dan berpotensi hujan membuat kami harus bekerja cepat agar bagian dalam rumah tidak semakin parah terkena air," jelas Nurma.
Gotong Royong Warga dan Petugas
Pascakejadian, semangat gotong royong ditunjukkan oleh warga setempat yang bahu-membahu bersama petugas BPBD membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan dan sisa material atap yang berserakan. Hingga Kamis (5/3/2026) pukul 10.10 WIB, proses pembersihan masih berlangsung dengan melibatkan warga dan petugas di lapangan.
Sejumlah kendala turut mewarnai proses penanganan di lokasi. Selain kebutuhan mendesak akan material bangunan, petugas dan warga juga membutuhkan tambahan peralatan seperti alat pemotong kayu untuk mempercepat proses evakuasi material yang rusak.
"Kami berharap dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat luas, untuk membantu meringankan beban korban. Setiap bantuan akan sangat berarti bagi pemulihan kondisi Ibu Ani Sahana dan keluarganya," imbuh Nurma Suri.
Imbauan Kewaspadaan
BPBD Kabupaten Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Lampung Selatan. Masyarakat diminta segera melapor kepada perangkat desa atau petugas terkait jika menemukan tanda-tanda potensi bencana di lingkungan masing-masing.
Situasi terkini di lokasi kejadian terpantau kondusif. Masyarakat dan petugas masih terus melakukan pembersihan sambil menunggu bantuan material untuk proses perbaikan rumah korban.
Humas BPBD Lampung Selatan