Detail Berita

Aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Status Level III (Siaga): BPBD Lampung Selatan Perketat Pemantauan dan Imbau Masyarakat Patuhi Radius Aman

Pencegahan & Kesiapsiagaan
Masyarakat diimbau untuk hanya mempercayai informasi resmi yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah terkait (PVMBG, BMKG, dan BPBD) serta menghindari isu-isu hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Status Level III (Siaga): BPBD Lampung Selatan Perketat Pemantauan dan Imbau Masyarakat Patuhi Radius Aman


Aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Status Level III (Siaga): BPBD Lampung Selatan Perketat Pemantauan dan Imbau Masyarakat Patuhi Radius Aman.


KALIANDA, 25 Agustus 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) merilis laporan komprehensif terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) sepanjang hari Selasa, 25 Agustus 2026. Hingga Selasa malam, status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga) oleh Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Rincian Kronologi & Detail Aktivitas Vulkanik (25 Agustus 2026)

​Berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan yang tercatat pada sistem MAGMA Indonesia (KESDM, Badan Geologi, PVMBG) oleh Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, rincian aktivitas sepanjang hari adalah sebagai berikut:

  1. Periode 00:00 – 06:00 WIB:
    • Visual: Gunung teramati jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 50–300 meter di atas puncak. Teramati letusan Strombolian pada malam hari.
    • Kegempaan: Terrekam 8 kali gempa Letusan (amplitudo 55–66 mm, durasi 71–971 detik), 60 kali gempa Hembusan, 6 kali Tremor Harmonik, 3 kali gempa Low Frequency, dan 16 kali gempa Hybrid/Fase Banyak. Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2–50 mm (dominan 10 mm).
  2. Rincian Kejadian Erupsi Signifikan (MAGMA-VEN):
    • Pukul 07:44 WIB: Erupsi dengan tinggi kolom abu ±250 m di atas puncak (±407 mdpl), berwarna kelabu–hitam, tebal, condong ke arah barat laut (amplitudo maks 64 mm, durasi ±57 detik).
    • Pukul 08:51 WIB: Erupsi dengan tinggi kolom abu ±300 m di atas puncak (±457 mdpl), berwarna kelabu–hitam, condong ke arah barat laut (amplitudo maks 53 mm, durasi awal ±4 menit 36 detik).
    • Pukul 12:00 WIB: Erupsi dengan tinggi kolom abu ±400 m di atas puncak (±557 mdpl), berwarna kelabu–hitam, condong ke arah barat daya (amplitudo maks 54 mm, durasi ±48 detik).
    • Pukul 12:26 WIB: Erupsi susulan dengan tinggi kolom abu ±400 m di atas puncak (±557 mdpl), berwarna kelabu–hitam, condong ke arah barat daya (amplitudo maks 53 mm, durasi ±41 detik).
    • Pukul 15:36 WIB: Erupsi dengan tinggi kolom abu ±200 m di atas puncak (±357 mdpl), berwarna kelabu–hitam, condong ke arah barat daya (amplitudo maks 56 mm, durasi ±30 detik).
    • Pukul 15:50 WIB: Erupsi dengan tinggi kolom abu ±300 m di atas puncak (±457 mdpl), berwarna kelabu–hitam, condong ke arah barat daya.
    • Pukul 20:09 WIB: Erupsi kembali terjadi ditandai dengan fenomena Strombolian. Tinggi kolom abu tidak teramati secara visual, namun terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 53,5 mm dan durasi ±3 menit 53 detik.
  3. Akumulasi Pengamatan Seismik & Visual Harian:
    • Periode 06:00 – 12:00 WIB: Terjadi 34 kali letusan (tinggi ±250 m), 132 kali hembusan, 4 kali Tremor Harmonik, 1 kali Low Frequency, dan 23 kali Hybrid. Tremor menerus dominan pada amplitudo 20 mm.
    • Periode 12:00 – 18:00 WIB: Terjadi 22 kali letusan (tinggi 100–400 m), 28 kali hembusan, 3 kali Low Frequency, dan 4 kali Hybrid. Kolom erupsi bahkan sempat melebihi jangkauan bidang pandang CCTV pos pengamatan. Tremor menerus dominan pada amplitudo 15 mm.

​​BPBD Kabupaten Lampung Selatan menegaskan beberapa potensi ancaman utama akibat peningkatan frekuensi erupsi ini:

  1. Bahaya Primer (Lontaran Material & Sebaran Abu): Potensi lontaran batu pijar dan aliran lava membahayakan area dalam radius dekat kawah. Selain itu, sebaran abu vulkanik tebal yang mengarah ke Barat Daya, Barat Laut, dan Utara berpotensi mengganggu pernapasan, kesehatan mata, serta visibilitas pelayaran di Selat Sunda.
  2. Bahaya Sekunder (Gelombang/Tsunami Vulkanik): Aktivitas eruptif yang disertai tremor menerus beramplitudo tinggi dan letusan tipe Strombolian memerlukan kewaspadaan terhadap potensi longsoran tubuh gunung ke laut yang dapat memicu gelombang tinggi di wilayah pesisir.

​​Merespons perkembangan situasi vulkanik Gunung Anak Krakatau, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, S.H., memberikan arahan tegas kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait:

"Melihat frekuensi letusan yang cukup tinggi sepanjang hari ini—bahkan terekam puluhan kali letusan serta fenomena erupsi Strombolian pada malam hari—kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga pesisir Rajabasa, Kalianda, serta para nelayan di Selat Sunda, untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan penuh. Kami minta dengan sangat agar tidak ada aktivitas apa pun dari nelayan, wisatawan, maupun pendaki dalam radius aman 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Patuhi seluruh petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh PVMBG dan BPBD," tegas Maturidi.


​Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., memaparkan langkah-langkah kesiapsiagaan dan mitigasi bencana yang tengah dijalankan di lapangan:

"Pusdalops PB BPBD Lampung Selatan menyiagakan personel selama 24 jam nonstop untuk memantau perkembangan sistem MAGMA Indonesia dan berkoordinasi secara real-time dengan Pos Pengamatan GAK di Pasauran maupun PVMBG. Kami juga telah menginstruksikan seluruh aparatur desa di sepanjang garis pantai pesisir Lampung Selatan untuk mengecek kembali kesiapan jalur evakuasi, titik kumpul, serta sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Langkah ini penting guna memastikan kesiapan penuh apabila terjadi ekskalasi aktivitas yang tidak diinginkan," jelas Erwan.


Kontak Darurat & Informasi Resmi

​Masyarakat diimbau untuk hanya mempercayai informasi resmi yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah terkait (PVMBG, BMKG, dan BPBD) serta menghindari isu-isu hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

  • Layanan Informasi / Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lampung Selatan: Alamat: Jl. Stadion Jati Rukun No. 16, Way Lubuk, Kalianda Kontak Darurat Call Center: 0823-5892-4600 
Call Center Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Hubungi kami untuk pelaporan atau informasi
MATURIDI, S.H
Kepala Pelaksana 085269079984
ERWAN FATRIANSYAH, S.E., M.M
Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan 081369644442
NURMA SURI, SE
Plt. Kabid Kedaruratan & Logistik 082358924600
WAHYUDI PRAMONO, S.T., M.T
Kabid Rehabilitasi & Rekonstruksi 081373040622