Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, BPBD Lampung Selatan Imbau Masyarakat Tetap Waspada dan Jauhi Radius 2 Kilometer
KALIANDA, LAMPUNG SELATAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan memantau secara intensif peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang tercatat beruntun sejak Kamis (8/10/2026) hingga Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sepanjang hari Jumat (9/10/2026), Gunung Anak Krakatau mencatatkan setidaknya 8 kali erupsi dari sore hingga malam hari.
Erupsi pertama teramati pada pukul 16:17 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai ±250 meter di atas puncak (±407 mdpl) berwarna kelabu hingga hitam tebal yang mengarah ke utara dan barat laut, dengan amplitudo maksimum 39 mm. Rangkaian erupsi susulan kembali terekam pada pukul 16:30 WIB (tinggi kolom ±150 meter), dilanjutkan serangkaian erupsi malam hari pada pukul 18:28 WIB, 18:34 WIB, 18:35 WIB, 18:44 WIB, 18:45 WIB, serta dua erupsi terbaru pada pukul 19:07 WIB (amplitudo maks 34 mm) dan pukul 19:10 WIB (amplitudo maks 55 mm). Pada periode 8 Oktober 2026 sebelumnya, kegempaan juga didominasi oleh tremor menerus serta puluhan kali gempa hybrid/fase banyak dan vulkanik dangkal.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Tingkat Aktivitas Level II (Waspada).
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., menegaskan bahwa jajarannya terus melakukan siaga penuh dan koordinasi erat dengan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau PVMBG guna memantau perkembangan situasi terkini.
"Dari hasil pemantauan berkala dan data resmi PVMBG, terjadi peningkatan frekuensi erupsi pada Gunung Anak Krakatau sepanjang hari ini hingga lepas pukul 19.00 WIB. Meskipun erupsi menghasilkan abu vulkanik bertepatan dengan arah angin ke utara, barat laut, dan barat, status Gunung Anak Krakatau saat ini masih bertahan di Level II (Waspada)," ujar Erwan saat dikonfirmasi langsung, Jumat (9/10/2026).
Erwan menambahkan penjelasan detail mengenai ancaman serta potensi bahaya dari aktivitas vulkanik tersebut.
"Potensi bahaya utama yang perlu diwaspadai saat ini adalah lontaran material pijar dan lontaran batu di sekitar area kawah, serta sebaran abu vulkanik tebal yang bergantung pada arah dan kecepatan angin. Ancaman bahaya langsung dari material erupsi dominan berada di kawasan kawah dan tubuh gunung," jelasnya.
Terkait isu potensi tsunami, Erwan mengimbau masyarakat di sepanjang pesisir Lampung Selatan agar tidak panik namun tetap selektif menyerap informasi.
"Hingga saat ini belum ada indikasi longsoran skala besar tubuh gunung yang memicu tsunami. Namun, kesiapsiagaan tetap menjadi kunci. Kami meminta seluruh masyarakat, nelayan, wisatawan, dan pelaku jasa wisata bahari untuk mematuhi rekomendasi resmi dari PVMBG dan BPBD, yaitu dilarang keras mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius aman 2 kilometer dari kawah aktif," tegas Erwan.
BPBD Lampung Selatan mengimbau warga untuk selalu memantau kanal informasi resmi pemerintah dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks) yang tidak terverifikasi.
Informasi & Kontak Darurat:
Pusdalops PB BPBD Kabupaten Lampung Selatan
Jl. Stadion Jati Rukun No. 16, Way Lubuk, Kalianda
Hotline / Call Center: 0823-5892-4600